Ternyata Berbahaya kalau Makanan dan Obat Diletakkan di Satu Etalase

uplod jam 18 bahaya makanan dan obat (e)

BPOM mengecek kosmetik dan obat atau makanan di Pasar Jekulo, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan sidak yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus bukan hanya terfokus pada obat terlarang dan kosmetik palsu saja. Melainkan penempatan atau penataan barang dagangan yang ada di etalase juga dipantau secara teliti.

Bagian Farmasi DKK Kudus Rohis mengatakan, sidak ini juga untuk memberikan pendidikan kepada pedagang. Bahwa satu etalase harus digunakan untuk menyimpan barang dagangan sejenis.Misalkan satu etalase tidak boleh dibuat menyimpan obat dan makanan.

“Sebab nantinya aroma obat itu bisa membuat kualitas makanan menurun.Terlebih jika obat tersebut adalah pembasmi nyamuk, kata Rohis.

Dia melanjutkan, bila satu etalase itu dibuat menyimpan dua produk berbeda, maka akan membahayakan kualitas barang dagangan makanan itu.

Dari pantauan MuriaNewsCom, rata-rata pedagang tersebut menyimpan barang dagangannya secara campur. Baik itu makanan, obat dan kosmetik. Semuanya ditempatkan di satu etalase.

“Seharusnya, pedagang memisahkan barang dagangan makanan baik itu minuman ringan, makanan dengan obat obatan maupun kosmetik. Ditempatkan di etalase berbeda. Biar makanan juga tidak beracun,” tambahnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga :

Bahaya, Obat dan Kosmetik Ilegal Beredar Bebas di Apotek dan Pasar di Kudus