Antisipasi Kerusuhan Antartahanan, Ini yang Dilakukan Rutan Jepara

 

Kepala Rutan Kelas II B Jepara Sri Yanti (MuriaNewsCom)

Kepala Rutan Kelas II B Jepara Sri Yanti (MuriaNewsCom)

  MuriaNewsCom, Jepara – Beberapa hari terakhir ini, di beberapa rumah tahanan di Indonesia terjadi kerusuhan. Untuk menghindari peristiwa serupa, Rumah Tahanan (Rutan) Jepara melakukan sejumlah upaya, agar kondisi tahanan tetap aman dan terkendali meski kapasitasnya sudah overload.

Kepala Rutan Kelas II B Jepara Sri Yanti mengatakan, pihaknya melakukan beberapa upaya untuk  menghindari terjadinya kerusuhan di dalam Rutan Jepara. Di antaranya, memberikan kegiatan keagamaan kepada tahanan maupun narapidana agar mereka lebih mendalami mengenai pentingnya kerukunan dan ketentraman. Selain itu juga, memberikan kegiatan yang positif dengan memberikan pelatihan  keterampilan.

“Jika memang sudah overload banget,  kami memindahkan narapidana yang sudah menghuni lapas cukup  lama ke lapas lain, seperti di Lapas Pati,” ujar Sri Yanti kepada MuriaNewsCom, Senin (25/4/2016).

Menurut dia, narapidana lama dipindah ketika kondisinya sudah sangat overload atau jumlah narapidana sudah jauh melebihi kapasitas rutan. Sedangkan saat ini, diakuinya sudah overload. Hanya saja, masih banyak yang statusnya masih tahanan titipan dari kepolisian maupun kejaksaan.

“Kalau tahanan titipan dari polisi dan jaksa tidak bisa dipindah. Sebab, masih dalam proses pemeriksaan untuk perkaranya. Yang bisa dipindah hanya yang statusnya sudah narapidana dan kalau memang overload banget,” ungkapnya.

Dia menambahkan, saat ini penghuni Rutan Jepara ada 215 dari kapasitas 195. Jumlah tersebut, baik narapidana maupun tahanan. Meski begitu, pihaknya belum memindah narapidana lama, karena saat ini masih banyak yang keluar masuk setiap harinya. Itu artinya, kondisi saat masih wajar.

Editor : Kholistiono