Mandi di 7 Sumber Mata Air, Semar Tinggalkan Dua Batu Raksasa yang jadi Gua Sempol Seno

Seorang fotografer melihat Gua Sempol Seno yang masih asing baginya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang fotografer melihat Gua Sempol Seno yang masih asing baginya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Gua Sempol Seno yang berada di persimpangan jalan Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolilo, Pati menyimpan sejuta cerita yang diyakini warga setempat. Mulut gua menghadap barat, berada di sekitar 150 meter dari Gua Wareh.

Ashari, warga Desa Kedumulyo RT 1 RW 4 mengatakan, suatu ketika Semar yang dikenal Nusantara sebagai dewa dalam tokoh pewayangan akan mandi di tujuh sumber mata air yang ada di Pegunungan Kendeng.

Salah satu sumber yang dituju, di antaranya Gua Wareh. Usai mandi di Gua Wareh, Semar membawa dua batu di kedua tangannya. Setelah berjalan tak jauh dari Gua Wareh, fajar ternyata mulai menyingsing.

“Semar akhirnya melepaskan dua batu itu dan mengurungkan niatnya untuk menuju sumber mata air selanjutnya. Dua batu yang dilepaskan itu menjadi dua gua. Satu bernama Gua Sempol Seno karena bentuknya mirip paha Bima. Kedua, bernama Gua Gendingan yang juga tak jauh dari Gua Sempol Seno,” kata Ashari saat bincang-bincang dengan MuriaNewsCom, Sabtu (23/4/2016).

Sayangnya, gua yang diyakini peninggalan Semar itu tak terawat. Warga Pati sendiri pun tak banyak tahu bila daerah pegunungan Kendeng memiliki sejumlah gua yang menawan.

Melandi Kurnia Putra, misalnya. Fotografer asal Pati itu menyayangkan minimnya pengelolaan aset daerah yang mestinya bisa menjadi daya tarik wisata.

“Guanya cukup bagus, berada di persimpangan jalan desa. Sayangnya, kondisi gua terkesan tidak terawat. Apalagi, ada beberapa coretan tangan-tangan jahil yang merusak kesan alami dari sebuah gua,” tukasnya.

Editor : Akrom Hazami