Pencanangan Hardiknas di Jepara Ditiadakan, Ini Sebabnya

Beberapa pekerja terlihat sedang melakukan perbaikan Jembatan Kanal Selatan (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Beberapa pekerja terlihat sedang melakukan perbaikan Jembatan Kanal Selatan (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Adanya proyek perbaikan jembatan Sungai Kanal Selatan yang menuju kantor Disdikpora membuat pencanangan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) harus ditiadakan. Pencanangan yang biasanya dilaksanakan di Lapangan Sitiggil Kompleks Kantor Disdikporra Jepara, menjelang Hardiknas, tahun ini ditiadakan.

Sekretaris Panitia, Hariyanto mengatakan, dengan pertimbangan dan masukan dari berbagai pihak, pencanangan Hardiknas tingkat kabupaten tahun 2016 yang biasanya dilaksanakan menjelang 2 Mei, tahun ini terpaksa ditiadakan. Salah staunya yaitu pertimbangan akses jalan, di mana Jembatan Kanal yang menuju Kantor Disdikpora sedang dilakukan perbaikan.

“Biasanya pada malam pencanangan Hardiknas dihadiri seluruh stakeholder pendidikan yang ada di tingkat Kabupaten Jepara. Namun, untuk tahun ini kami tiadakan,” ujar Hariyanto, Jumat (22/4/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, meskipun tidak ada pencanangan Hardiknas, namun untuk malam tasyakuran tetap dilaksanakan. Hanya saja, tempatnya yang berbeda. Jika biasanya digelar di Kantor Disdikpora Jepara, tahun ini kegiatan yang dikemas dalam tajuk “Malam Refleksi Pendidikan” pada Minggu (1/5/2016) malam, diselenggarakan di Hotel Jepara Indah.

“Tentu saja dengan mengundang seluruh tokoh pendidikan yang ada di Jepara, termasuk pengawas. Setiap undangan yang hadir diberi waktu mewakili kelompoknya untuk memberikan masukan dan kritikan terhadap pendidikan di Jepara,” terangnya.

Dia juga mengemukakan, dengan mengusung tema “Nasional Nyalakan Pelita, Terangkan Cita–cita”, peringatan Hardiknas tingkat kabupaten juga akan diwarnai berbagai kegiatan lomba. Sedangkan puncak peringatan upacara bendera dilaksanakan Senin (2/5/2016) di Alun – alun Jepara.

“Tidak kurang dari 3.199 orang akan diundang pada upacara tersebut. Mereka akan diberi suguhan pentas seni kolaborasi 150 siswa dan siswi dari SD sampai SMA, setelah selesainya upacara,” katanya.

Editor : Kholistiono