PKL Soto Ingin Ketemu Anggota Dewan Adukan Nasibnya

Deretan warung PKL di jalur lambat Jalan Agil Kusumadya yang hendak digusur Disdagsar Kudus karena dianggap menghalangi warung makan di belakangnya (MuriaNewsCom/Merie)

Deretan warung PKL di jalur lambat Jalan Agil Kusumadya yang hendak digusur Disdagsar Kudus karena dianggap menghalangi warung makan di belakangnya (MuriaNewsCom/Merie)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Rencana Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus menggusur tiga Pedagang Kaki Lima (PKL) di jalur lambat Jalan R Agil Kusumadya, memang semakin nyata. Hal ini tentu membuat pedagang semakin khawatir.

Mereka berniat untuk mengadukan nasibnya ke pihak wakil rakyat. “Apa bisa kami ini mengadu ke orang-orang di DPRD Kudus sana. Supaya mereka mengerti bagaimana perasaan waswas kami kalau kemudian kami digusur,” kata Rusmiyati, pedagang soto di lokasi tersebut.

Rencana dipindahkannya tiga orang PKL di lokasi itu, adalah karena adanya permintaan dari salah satu pemilik warung di sana. Disdagsar kemudian menindaklanjutinya dengan meminta ketiga PKL tersebut dipindah ke tempat lain.

Rusmiyati mengatakan, dirinya siap pindah jika memang akan ada pembangunan dari pihak pemerintah. “Tapi kalau karena adanya permintaan dari orang lain yang merasa terganggu dengan kehadiran saya, ya saya tidak mau,” katanya.

Perempuan yang sudah berjualan di lokasi itu selama 16 tahun tersebut mengatakan, dirinya ingin mengadu ke pihak wakil rakyat, supaya keluhannya bisa tersampaikan. “Apa yang harus saya lakukan supaya bapak dan ibu anggota dewan itu bisa mendengar keluhan saya?” jelasnya.

Rusmiyati menuturkan, dulu pada saat kali pertama dirinya mengadukan persoalan tersebut ke kepala Disdagsar, dirinya disambut baik. Bahkan didukung untuk tetap jualan di sana. “Tapi kok sekarang beda situasinya. Saya tetap disuruh pergi dari sini,” terangnya.

Di sisi lain, Ketua Komisi B DPRD Kudus Muhtamat siap untuk menerima para pedagang.
“Terus terang saya belum mengetahui persis persoalan ini. Tapi kalau kemudian PKL mau mengadukan nasibnya, ya monggo saja,” katanya.

Muhtamat mengatakan, memang sejauh ini belum ada rencana untuk sebuah pembangunan di lokasi itu. Termasuk pembangunan taman, sebagaimana yang pernah disampaikan dinas ke pedagang.

“Jadi kalau kemudian ada yang mau mengadu ke kami, silakan saja. Nanti kita cari solusinya bersama,” imbuhnya.

Editor: Merie