Pedagang Minta Dukungan Tokoh Agama Terkait Penolakan Pemindahan Pasar Induk Blora ke Kawasan Gabus

upload jam 21 pasar (e)

Kunjungan pedagang pasar ke tokoh agama di Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Sejumlah pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Induk Blora masih terus melakukan penolakan atas kebijakan Bupati Blora, terkait pemindahan Pasar Induk. Bahkan, pedagang terus menggalang dukungan dari berbagai pihak agar kebijakan pemerintah tersebut dibatalkan.

Prionggo, salah satu pengurus Paguyuan Pedagang Pasar Induk mengungkapkan, pihaknya telah menggalang dukungan dari tokoh agama setempat.

“Kami telah bertemu dengan Kiai Muharror Ali (Ketua MUI Blora) pada Jumat kemarin,” ujarnya kepada MuriaNewsCom (16/4/2016).

Dalam pertemuan tersebut, Gogok, sapaan akrab Prionggo mengungkapkan, pedagang meminta tanggapan dari tokoh agama itu, perihal kebijakan pemindahan Pasar Induk. Selain itu, dia juga meminta klarifikasi atas statemen Muharror Ali yang dimuat di salah satu media massa, perihal persetujuan pemindahan Pasar Induk ke kawasan Gabus.

Dalam pertemuan tersebut, Gogok menjelaskan, bahwa apa yang menjadi jawaban Kiai Haror atas pemindahan pasar induk yakni ketika pemindahan membawa manfaat, dia mengiyakan. Namun, ketika pemindahan pasar membawa banyak mudarat, ia menolaknya.

“Kiai Harror mendukung pemindahan, kalau memang ada manfaatnya. Tapi, juga menolak jika mudaratnya lebih besar,” jelas Gogok.

Mengenai statement Kiai Harror yang sebelumnya dimuat di media, Gogok menjelaskan, bahwa Kiai Haror menampik atas statement tersebut. “Dalam pemberitaan saat itu, Kiai Harror telah bertemu dengan pedagang, tapi pada kenyataannya kan tidak pernah, kecuali baru kemarin itu,” jelas Gogok.

Selain itu, Ia juga menyayangkan atas surat yang telah ia layangkan kepada bupati perihal kebijakannya memindah pasar. Surat tersebut, sampai saat ini belum ada tanggapan dari bupati atas permohonan untuk audiensi dengan pedagang.

“Sebelumnya kami telah setuju dengan renovasi pasar menjadi lebih modern. Namun, kok ada kebijakan baru atas pemindahan pasar. Kami sebagai pedagang pun belum pernah diajak rembug, kan harusnya melibatkan kami sebagai pedagang pasar,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono