Hebat, Belut Kudus Lakunya hingga Luar Kota

Joko penjual belut di tepi jembatan Boro Bulungcangring, Jekulo, Kudus. Dia membersihkan belut sebelum dibeli oleh pembeli, yang aka mengolahnya langsung. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Joko penjual belut di tepi jembatan Boro Bulungcangring, Jekulo, Kudus. Dia membersihkan belut sebelum dibeli oleh pembeli, yang aka mengolahnya langsung. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain ikan gabus yang dijual di tepi jembatan Boro, Desa Bulungcangring, Kecamatan Jekulo, ada ikan lain yang juga biasa dijual di sana.

Hewan licin semacam ular yang hidup di dalam lumpur atau sering disebut dengan julukan belut, juga banyak dijual di lokasi yang sama. Dan memang banyak orang yang suka dengan ikan jenis ini.
Bahkan, hewan yang berukuran panjang berwarga kecoklatan yang merupakan hasil tangkapan warga ini, bisa laku terjual hingga luar Kudus.

Penjual belut Joko mengutarakan, belut ini juga enak untuk dibuat berbagai menu masakan. ”Seperti halnya belut goreng sambal, belut pepes, dan sebagainya,” ujarnya.

Joko mengatakan, meskipun hanya berjualan di tepi jembatan boro Bulungcangring, dagangan ini juga terkadang dibeli oleh warga Rembang, Jepara, Tuban, Pati, dan lainnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, ada enam penjual ikan dan belut di tepi jembatan Boro. Biasanya mereka menangkap belut dan ikan gabus dari Sungai Jeratun Seluna jurusan Juwana Pati.

Menurut Joko, dirinya menangkap ikan belut dengan setrum aki langsung dari sungai tersebut. Belut yang ditangkapnya juga masih dalam keadan hidup, sehat, dan bisa dipelihara.

”Sehingga para pembeli yakin, bahwa ikan gabus dan belut ini juga masih dalam keadaan segar. Selain itu, kita siap untuk membersihkan kotorannya, bilamana belut atau ikan ini akan langsung diolah pembeli,” tuturnya.

Pria yang juga warga Bulungcangkring ini biasanya dapat menangkap belut setiap harinya hingga mencapai 15 ekor. Terkadang juga tidak mendapat ikan sama sekali.

”Sebab menangkap belut ini susah. Dan harus mencari lubang  persembunyiannya di pinggir kali. Blusukan di bawah pepohonan. Untuk harganya sendiri Rp 50 ribu dapat 4 ekor,” imbuhnya.

Editor: Merie