Awas, Jaringan Perdagangan Anak di Pati Disebut Profesional

Kuasa hukum orangtua SN, korban perdagangan anak, Djunaedi tengah menjelaskan persoalan trafficking di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kuasa hukum orangtua SN, korban perdagangan anak, Djunaedi tengah menjelaskan persoalan trafficking di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Ini barangkali baru sebatas dugaan. Namun juga perlu diwaspadai oleh semua pihak, termasuk para orang tua yang memiliki anak yang masih di bawah umur.

Pasalnya, perdagangan anak di bawah umur yang menjadikan SN (17), siswi dari salah satu madrasah aliyah (MA) di Pati sebagai korban, diduga melibatkan sebuah jaringan teroranisir.

Hal itu dikatakan Djunaedi, kuasa hukum orangtua korban. Dia menduga, pelaku yang menjual SN kepada tamu hotel, juga melibatkan sebuah jaringan atau sindikat yang terorganisir.

”Dari informasi yang saya himpun, pelaku mengaku membagi-bagikan uang hasil penjualan SN. Itu artinya, ada semacam jaringan yang terlibat,” ujar Djunaedi yang ditemui MuriaNewsCom, Rabu (13/4/2016).

Fakta mengejutkan lainnya, korban ternyata sudah berkali-kali dijual pelaku untuk melayani tamu di hotel. Dalam satu hari saja, korban mengaku melayani pria hidung belang hingga dua orang.

”Korban sempat mengaku melayani paling tidak dua orang dalam sehari. Itu artinya, kejadian itu berulang kali terjadi. Sehingga kami duga ada jaringan perdagangan orang yang sudah mapan di Pati,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya akan melakukan kajian mendalam untuk membongkar jaringan kejahatan perdagangan orang di Pati tersebut. ”Jangan sampai di Pati ada sarang perdagangan anak, yang merusak masa depan pelajar untuk kepentingan bisnis,” tegasnya.

Hingga berita ini turun, korban masih belum diketahui keberadaannya. Ada yang menduga, korban sengaja diamankan dan ”di-cut” sejumlah pihak, agar jaringan perdagangan orang di Pati tidak terbongkar.

Editor: Merie