Karimunjawa Krisis BBM, Harga Tembus Rp 13 Ribu per Liter

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Peristiwa terbakarnya Kapal Mangrove Jaya 01 yang mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tabung gas beberapa waktu lalu, menjadikan distribusi BBM ke Karimunjawa dievaluasi. Kapal yang tidak memenuhi standar pengangkut BBM pun dilarang mengangkut BBM lagi. Akibatnya, di wilayah terluar Kabupaten Jepara itu krisis BBM.

Krisis BBM tersebut membuat harga BBM di Karimunjawa melambung tinggi, dan tembus di harga Rp 13 ribu per liter. Harga tersebut mulai terjadi setelah peristiwa kebakaran kapal yang terjadi di Dermaga Kartini beberapa waktu lalu.

“BBM di Karimunjawa menjadi langka dan masyarakat menjadi kesulitan untuk mendapatkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari. Meskipun ada penjual BBM di Karimunjawa,mereka menjual dengan harga yang sangat tinggi mencapai Rp 13.000 per liternya,” ujar salah seorang warga Karimunjawa, Djati Utomo, Selasa (12/4/2016).

Menurutnya, normalnya sebelum ada insiden kebakaran Kapal Mangrove Jaya 01 dan pasokan BBM masih lancar. Para penjual BBM di Karimunjawa menjual BBM jenis premium dalam kisaran Rp 9. 000 per liternya.

“Sebelum ada kelangkaan, harga standarnya cuma Rp 9.000 per liter.Namun semenjak tidak ada pasokan BBM ke Karimunjawa harga menjadi mahal,” katanya .

Meskipun harga mahal, Djati mengaku tetap membelinya . Karena untuk kebutuhan sehari- hari seperti untuk mengisi bahan bakar kendaraan maupun genset untuk kebutuhan listrik. Mengingat listrik di Karimunjawa hingga kini listrik belum bisa menyala 24 jam.

“Harapan kami kepada pemerintah ya pasokan BBM ke Karimunjawa bisa kembali normal, agar masyarakat tidak terlalu terbebani dengan langkanya BBM di Karimunjawa,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono