Tanaman Padi Kebanjiran, Petani di Godong Dapat Klaim Asuransi Rp 23 juta

Kepala Cabang PT Asuransi Jasindo wilayah Semarang Bayu Aji Wardana pada menyerahkan klaim asuransi pada perwakilan petani didampingi Kabid Sarana dan Prasarana Kantor Dinas Pertanian TPH Grobogan Tri Retno Indriati. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala Cabang PT Asuransi Jasindo wilayah Semarang Bayu Aji Wardana pada menyerahkan klaim asuransi pada perwakilan petani didampingi Kabid Sarana dan Prasarana Kantor Dinas Pertanian TPH Grobogan Tri Retno Indriati. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Program asuransi usaha tani mulai dirasakan manfaatnya oleh sebagian petani di Grobogan. Indikasinya bisa dilihat dengan adanya penyerahan klaim asuransi sebesar Rp 23.040.000 pada petani yang terancam gagal panen.

Acara penyerahan klaim asuransi usaha tani dilakukan Kepala Cabang PT Asuransi Jasindo wilayah Semarang Bayu Aji Wardana pada perwakilan petani yang dilangsungkan di Aula Kantor Dinas Pertanian TPH Grobogan, Sabtu (9/4/2016). Ikut mendampingi penyerahan klaim asuransi tersebut Kabid Sarana dan Prasarana Kantor Dinas Pertanian TPH Grobogan Tri Retno Indriati.

Petani yang mendapat klaim asuransi tersebut berada di dua desa di Kecamatan Godong. Masing-masing, Desa Werdoyo dan Desa Guyangan. “Petani di dua desa itu dapat klaim asuransi karena tanaman padinya mati akibat kebanjiran pada bulan Maret kemarin. Tanaman padi yang mati ini umurnya hampir dua bulan,” kata Indri.

Luas lahan pertanian yang terkena musibah itu ada 4,68 hektar. Rinciannya, di Desa Werdoyo ada 3,68 hektar dan di Desa Guyangan seluas 1 hektar.

Indri menyatakan, program asuransi usaha tani itu dinilai sangat bermanfaat buat petani. Sebab, ketika ada ancaman gagal panen, para petani bisa mendapatkan klaim dari PT Asuransi Jasindo selaku BUMN yang dipercaya menangani masalah tersebut.

Meski cukup bermafaat namun sampai sekarang, minat petani untuk ikut program asuransi ini belum menggembirakan. Pada tahun lalu baru 781 hektare luasan lahan pertanian yang diikutkan dalam program asuransi.

“Target kita tahun lalu sebanyak 13.000 hektare bisa masuk asuransi. Namun, kenyataannya baru 781 hektare yang diikutkan asuransi. Dengan adanya pembayaran klaim ini secara tidak langsung akan meningkatkan minat petani buat ikut asuransi. Ini merupakan peyerahan klaim asuransi usaha tani pertama di Grobogan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami