Pembuat Batu Bata Kudus Curhat

uplod jam 1230 batu bata lagi (e)

Pembuat batu bata menyelesaikan pekerjaanya di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pembuat batu bata dari Payaman, Mejobo, Sahid (47) mengatakan para pembuat atau perajin bata itu harus mempunyai wadah. Karena wadah itu pending bagi mereka. Khususnya untuk saling membantu demi keberlangsungan bersama dan saling mengembangkan.

“Wadah yang kita maksud yakni paguyuban atau organisasi. Organisasi itu akan bisa dijadikan tempat konsultasi, dan komunikasi. Khususnya mengenai harga dan kebutuhan bahan baku. Misalkan tanah liat, sekam padi dan sejenisnya,” katanya.

Dengan adanya paguyuban tersebut tentunya seluruh pembuat bata bisa menyamakan harga satu, dengan yang lainnya.Selain itu, bahan baku untuk membuat batu bata juga bisa terkontrol.

“Seperti contoh saja, di saat musim hujan, bahan baku sekam padi itu memang sulit. Oleh sebab itu, bila ada paguyubannya, maka permasalahan bahan baku bisa dipikirkan secara bersama sama,” ujarnya.

Dia menilai, kegunaan paguyuban itu nantinya juga bermanfaat. Mengingat jumlah pembuat bata di wilayah Mejobo tidak sedikit. Belum lagi, para pembuat genting di wilayah Kaliwungu. Pembuat genting diketahui juga memerlukan bahan baku sama dengan pembuatan batu bata.

Sementara itu, wilayah Kudus yang dikenal sentralnya pembuat bahan bangunan dari tanah liat seperti halnya bata dan genting memang berada di dua kecamatan. Yakni Mejobo dan Kaliwungu.

“Ya yang dikenal warga dengan daerah pembuat genting atau bata itu mungkin Mejobo dan Kaliwungu. Oleh sebab itu, paguyuban atau organisasi para pembuat bata atau genting itu bisa didirikan. Supaya bisa saling mengenal dan berhubungan baik satu sama lain. Khususnya bisa saling menyamakan harganya,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Trik Penjualan Batu Bata Kudus yang Jos Hadapi Kemarau – See more at: http://www.murianews.com/2016/04/08/78329/trik-penjualan-batu-bata-kudus-yang-jos-hadapi-kemarau.html#sthash.8Gn8WOSs.dpuf