Tragis! Bocah 9 Tahun di Pati Tewas Kena HIV/AIDS

Sejumlah aktivis pendamping ODHA "Rumah Matahari" tengah berdiskusi di sekretariat Jalan P Sudirman Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah aktivis pendamping ODHA “Rumah Matahari” tengah berdiskusi di sekretariat Jalan P Sudirman Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Malang sekali nasib seorang bocah, salah satu warga Pati yang masih berusia sembilan tahun harus meninggal dunia karena menderita penyakit HIV/AIDS. Bocah itu berinisial A.

Bocah itu sama sekali tidak tahu apa itu seks bebas, narkoba, dan tindakan berisiko HIV/AIDS lainnya. Namun, bocah yang sering sakit-sakitan itu ternyata mengindap HIV/AIDS yang tidak diketahui orang tuanya.

Kasus itu diungkap Koordinator Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Rumah Matahari, Ari Subekti yang saat ini konsentrasi mendampingi orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Ia menduga, A mengidap HIV/AIDS sejak lahir.

“Kami menduga, bocah itu mengidap HIV/AIDS sejak lahir atau waktu sang ibu menyusui. Karena itulah jalan satu-satunya bagi anak kecil tertular virus HIV,” ungkap Ari saat berbincang dengan MuriaNewsCom, Kamis (7/4/2016).

Setelah dicek, sang ibu ternyata dinyatakan positif HIV. Namun, ibunya sendiri diakui tidak pernah melakukan tindakan yang berisiko HIV/AIDS. Suaminya sendiri sudah meninggal dunia dua tahun yang lalu.

“Bocah itu pertama kali dikira mengidap gizi buruk, bertahun-tahun tidak tahu apakah positif HIV atau tidak. Bertahun-tahun pula tanpa obat ARV karena tidak tahu,” katanya.

Bocah malang itu akhirnya meninggal dunia, setelah dirawat di rumah sakit selama seminggu. Karena itu, Ari menyarankan supaya masyarakat berisiko HIV bisa melakukan tes untuk mengenali lebih dini.
“Lebih baik berhasil dideteksi dini daripada tiba-tiba menderita penyakit kronis akibat HIV dan meninggal dunia. Jangan takut tes VCT. Itu lebih baik untuk segera mendapatkan pengobatan,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : 2016, 7 Orang di Pati Meninggal Diserang HIV/AIDS