Suhu Politik di Jepara Mulai Memanas

Melalui papan yang terpasang di alun-alun, KPU Jepara menyatakan siap memulai tahapan pilkada (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Melalui papan yang terpasang di alun-alun, KPU Jepara menyatakan siap memulai tahapan pilkada (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Mendekati dimulainya tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Jepara, suhu politik di Kota Ukir mulai memanas. Meski pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jepara belum dibuka, sejumlah kejutan mulai bermunculan.

Kejutan tersebut dapat dilihat mulai dari partai berlambang kabah, PPP yang menyatakan mengusung Subroto, sebagai bakal calon bupati meski tidak secara struktural, lantaran partai tersebut masih dalam kondisi kisruh.

Kemudian, kejutan terjadi pada sesi penjaringan bakal calon bupati dari partai berlambang kepala banteng, PDIP. Ada sejumlah nama dengan berbagai latarbelakang mengikuti penjaringan tersebut.

Selanjunya, yang paling mengejutkan bagi sebagain besar publik adalah incumbent Ahmad Marzuqi yang secara tiba-tiba bergabung dalam penjaringan di PDIP. Sebab, selama ini sosok Marzuqi yang populer sebagai seorang kiai itu sangat lekat dengan partai PPP.

Tak sampai disitu, beberapa sosok di Jepara juga menyatakan bakal mencalonkan diri dengan cara mendatangi kantor KPU Jepara. Bahkan, terakhir, seorang mantan pejabat eksekutif di Pemkab Jepara, Supriyanto menyatakan diri bakal mencalonkan diri melalui jalur independen dengan didampingi mantan Anggota DPRD Jepara Achlis Djunaidi.

Kepala Badan Kesbangpolinmas Kabupaten Jepara Istiono menyampaikan, secara umum kondisi politik saat ini masih baik. Namun, suhu pertarungan mulai sedikit memanas. Itu lantaran, sejumlah partai politik mulai melakukan penjaringan bakal calon yang akan diusung, serta upaya dari masing-masing pengusung untuk mendapatkan restu dari publik mulai dilakukan.

“Situasi mulai hangat dan kelihatannya sedikit memanas. Peta kekuatan politik masing-masing tokoh yang akan maju sudah mulai terlihat,” ujar Sutono kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, tensi suhu politik mulai benar-benar memanas apabila tahapan pilkada serentak sudah memasuki tahapan pendaftaran di KPU.

Disinggung potensi gesekan antarpendukung calon bupati, Istiono menyampaikan, potensi tersebut ada. Namun, angkanya relatif kecil. Itu karena masyarakat saat ini sudah melek politik.

Editor : Kholistiono