Ratusan ”Tanda Tangan” Ini Tolak Pasar Dipindah

Kain yang berisi tanda tangan petisi penolakan pemindahan Pasar Induk Blora ke lokasi baru, yang digalang pedagang. (MuriaNewsCom/Rifki Gozali)

Kain yang berisi tanda tangan petisi penolakan pemindahan Pasar Induk Blora ke lokasi baru, yang digalang pedagang. (MuriaNewsCom/Rifki Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Rencana dipindahkannya Pasar Induk Blora ke lokasi yang baru di kawasan Gabus, Kelurahan Mlangsen, terus menuai penolakan dari pedagang. Mereka bahkan menggelar petisi penolakan.

Para pedagang menandatangani petisi penolakan itu, di atas kain putih sepanjang kurang lebih 5 meter, dengan lebar 1 meter. Aksi itu dilakukan di depan pasar.

”Sampai saat ini sudah ada sekitar 500 lebih tanda tangan dari pedagang. Itu tanpa ada paksaan. Semua murni kehendak pedagang, karena mereka tak ingin dipindahkan,” ujar Prionggo, salah seorang pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Induk Blora, kepada MuriaNewsCom, Kamis (7/4/2016).

Rencananya, lanjut dia, tidak hanya pedagang saja yang akan dimintai tandatangan petisi penolakan. Namun, dari pengunjungpun akan dimintai tanda tangan petisi penolakan pemindahan pasar.

”Rencananya, besok kami juga akan menggelar petisi kepada pengunjung pasar. Biar semua juga ikut tanda tangan,” ujar dia.

Prionggo mengatakan, bukan hanya Pasar Induk Blora saja yang kemudian akan dipindah. Tetap juga pasar rel, yang tidak jauh dari lokasi tersebut, rencananya juga akan ikut dipindah.

Karena itu, dirinya juga akan mengajak pedagang pasar rel, untuk menolak pemindahan tersebut. ”Kami akan ajak pedagang di pasar rel, untuk sama-sama berjuang. Jangan sampai mau dipindah,” tegasnya.

Editor: Merie