Pak Bupati, Pedagang Pasar Induk Blora Ingin Ketemu

Penandatanganan petisi oleh pedagang Pasar Induk Blora atas penolakan pemindahan pasar ke kawasan Gabus. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Penandatanganan petisi oleh pedagang Pasar Induk Blora atas penolakan pemindahan pasar ke kawasan Gabus. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Penolakan pedagang Pasar Induk Blora terhadap rencana pemindahan mereka ke lokasi yang baru, sangat serius. Selain menggalang petisi di antara pedagang, mereka juga berniat meminta dukungan kepada pembeli.

Bukan itu saja. Paguyuban Pedagang Pasar Induk Blora yang menggalang aksi ini, juga akan mengajak pedagang di pasar rel yang rencananya juga akan dipindah.

”Pedagang yang ada di pasar rel pun kalau dipindah ke pasar yang baru, juga tidak mau. Jadi kami akan ajak mereka untuk sama-sama berjuang menolak hal itu. Kami akan beli kain lagi untuk penandatanganan petisi buat pedagang yang ada di pasar rel,’ jelas Prionggo, dari paguyuban.

Ia juga menjelaskan, bahwa sampai saat ini masih belum ada tanggapan dari bupati Blora, atas surat yang dilayangkan Paguyuban Pedagang Pasar Induk. Surat itu isinya meminta audiensi membahas pemindahan pasar induk.

”Surat sudah kami layangkan sejak tanggal 31 Maret lalu. Namun sampai saat ini belum tanggapan dari bupati. Dalam surat tersebut juga ada tembusan kepada SKPD terkait. Yakni Disperindagkop. Termasuk ada juga untuk DPRD dan Polres Blora,” ujar dia.

Sebelumnya, telah ada tanggapan dari Polres untuk memfasilitasi audiensi. Namun, lanjut Prionggo, supaya tidak dianggap urakan, pihaknya masih menunggu kejelasan dari bupati.

”Bisanya kapan bupati audiensi dengan kita, itu kami baru bisa memastikan waktunya untuk audiensi. Sayangnya, sampai saat ini masih belum ada tanggapan,” pungkasnya.

Editor: Merie