Satpol PP ”Usir” PGOT dan PKL dengan Pamflet

Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil mengingatkan pemilik toko di sepanjang Jalan Ahmad Yani, soal ketertiban lalu lintas, pada operasi yang berlangsung Rabu (6/4/2016).(MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil mengingatkan pemilik toko di sepanjang Jalan Ahmad Yani, soal ketertiban lalu lintas, pada operasi yang berlangsung Rabu (6/4/2016).(MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus memiliki cara tersendiri untuk menertibkan pengemis gelandangan dan orang terlantar (PGOT) dan pedagang kaki lima (PKL). Khususnya di Jalan Ahmad Yani.

Petugas Satpol PP cukuo menyebar ratusan pamflet di sepanjang jalan yang cukup sibuk di Kudus tersebut. Pemasangan di Jalan Ahmad Yani sendiri, merupakan langkah pertama, sebelum memasangnya di jalan-jalan lainnya.

Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil mengatakan, jalan-jalan yang tergolong kawasan tertib di antaranya kawasan Simpang Tujuh, Jalan A Yani, dan Jalan Loekmono Hadi.

Meski demikian, progam ini berkelanjutan dan tidak menutup kemungkinan sampai ke ruas jalan pinggiran kota. ”Nantinya akan kita pasangi semua. Khususnya daerah yang menjadi tujuan kawasan tertib,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (6/4/2106).

Pemasangan pamflet itu dilakukan Satpol PP bersama dengan tim Satpol Jawa Tengah (Jateng). Selain memasang imbauan, mereka juga memberikan arahan dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar terkait hal itu.

Bukan hanya pamflet yang berisi imbauan tertib itu yang dilakukan. Namun proses penertiban juga dilakukan terhadap bentuk-bentuk pelanggaran lainnya. Misalnya motor saat melihat motor yang diparkir di trotoar sembarangan, petugas langsung menegurnya di tempat.

Halil langsung mengingatkan kepada pemilik motor, supaya memindahkan kendaraannya. ”Tolong motornya diparkir yang rapi, ini menganggu orang yang berjalan kaki. Di mana Jalan A Yani ini termasuk kawasan tertib dari segala macam pelanggaran. Jadi, mohon dipatuhi. Dan bagi yang punya toko untuk membantu ketertiban parkir,” katanyanya.

Dikatakan Halil, dengan adanya hal semacam itu, masyarakat bakal lebih tahu tentang daerah yang benar-benar terlarang untuk hal-hal yang mengganggu ketertiban. ”Sehingga kalau ada yang melanggar, akan kami tindak,” imbuhnya.

Editor: Merie