Bupati Jepara Digugat Rp 1,14 miliar

Nihayah, seorang pedagang pasar penampungan Ngabul, Kecamatan Tahunan, Jepara, memperlihatkan materi gugatan yang diajukannya ke PN Jepara, atas Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Rabu (6/4/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruzzaman)

Nihayah, seorang pedagang pasar penampungan Ngabul, Kecamatan Tahunan, Jepara, memperlihatkan materi gugatan yang diajukannya ke PN Jepara, atas Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Rabu (6/4/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruzzaman)

 

 

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi digugat Rp 1,14 miliar oleh Nihayah, seorang pedagang pasar penampungan Ngabul, Kecamatan Tahunan, Jepara.

Gugatan tersebut telah dilayangkan dan mulai diproses di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Jepara, pada Rabu (6/4/2016). Nihayah mengatakan, pihaknya menggugat bupati karena telah membuat kebijakan menutup Pasar Ngabul lama.

Nilai gugatan yang dilayangkan juga terbilang besar. Yakni Rp 1,14 miliar, yang kemudian dirincikan ke dalam gugatan material sebesar Rp 140 juta, dan gugatan immaterial sebasar Rp 1 miliar.

”Ya, itu karena beliau membuat kebijakan penutupan Pasar Ngabul lama. Ini proses persidangan dimulai. Tapi nanti masih aka ada mediasi,” ujar Nihayah,  Rabu (6/4/2016).

Menurut dia, gugatan ke PN Jepara tersebut telah dilayangkan pada Senin (28/3/2016) lalu. Pihaknya menuntut keadilan, lantaran masih mengantongi Surat Ijin Menempati Kios dan Los (SIM-KL) yang masih aktif.

”Tapi pasar lama justru telah dibongkar oleh Pemkab pada Januari 2015 lalu. Dan tak ada kejelasan mengenai hal ini. Tak ada ganti rugi atau apapun. Kami inginnya bisa kembali ke pasar lama,” kata Nihaya.

Selain dia, ada ratusan pedagang lain yang masih mengantongi SIM-KL yang masih aktif hingga 31 Agustus 2017. Menurutnya, tindakan sepihak Pemkab menutup pasar lama tidak adil.

Sebab saat membeli kios di pasar lama dulu, dia harus merogoh uang sebesar Rp 55 juta. Demikian pula dengan pemilik kios lainnya. Sedangkan untuk pindah ke pasar baru, harus membeli kios kembali.

”Sementara ini baru saya yang menggugat. Yang lainnya menunggu perkembangan,” kata dia.

Editor: Merie