Dialog Lucu Bupati Blora dan Gubernur

Bupati Blora Djoko Nugroho (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Bupati Blora Djoko Nugroho (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengeluarkan celetukan spontan saat Bupati Blora Djoko Nugroho memaparkan berbagai persoalan yang ada di Blora pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrenbang) se-Keresidenan Pati di Pendapa Rumah Dinas Bupati Blora, Kamis (31/3/2016).

Dalam pemaparannya, Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho, menjelaskan mengenai persoalan tentang masih buruknya infrastruktur jalan yang ada di kawasan hutan. Mengingat hampir 50 persen wilayah yang ada di Blora masuk ke dalam kawasan hutan milik Perhutani. Ada juga pembangunan jembatan Medalem yang nantinya menghubungkan Ngraho, Bojonegoro, Jawa Timur.

“Nyuwun tulung pak Gubernur,” pinta Kokok kepada Ganjar atas persoalan yang ia paparkan

Ganjar pun menyahut dengan nada tanya “sek-sek, sing endi?”. “Mau lho, Perhutani, Jembatan,” sahut Kokok.

“Iki lho wes tak undangke Perhutani rene, kok cerigis (cerewet) terus. Sak mangkeh nopo sak niki?,” tandas Ganjar

“Sak mangkeh,” jawab Kokok yang sontak disambut gelak tawa audiens Musrenbang.

Kokok juga menjelaskan, sebelumnya Ganjar pernah ke Blora dan mendapatkan protes dari warga atas buruknya jalan yang ada di Blora. “Wonten warga yang meminta, jalannya diperbaiki, lha jalan buruk seperti itu di Blora banyak sekali,” ucap Koko dengan lantang.

Selanjutnya, Kokok juga menjelaskan bahwa pendapatan dari hutan selama ini hanya Rp 4 miliar kepada Blora yang masuk dalam pendapatan asli daerah (PAD). Yang mana, uang itu, menurut Kokok tidak cukup untuk membenahi infrastruktur jalan yang ada di kawasan hutan. “Uang segitu buat membangun jalan tidak cucuk,” ujar Kokok.

Kokok merasa lega setelah mendapatkan tanggapan langsung dari gubernur. Pada akhir pemaparannya, ia mengharapkan agar Gubernur bisa langsung merealisasikan. “Alhamdulillah, matur suwun pak Gubernur,” pungkasnya.

Editor :Akrom Hazami