Resmikan Klinik Bersalin, Bupati Grobogan Prihatin Soal Angka Kematian

resmikan-klinik-bersalin

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menyampaikan sambutan dalam peresmian klinik rawat inap dan bersalin swasta (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni merasa prihatin dengan masih tingginya angka kematian bayi lahir dan ibu melahirkan. Hal itu disampaikan Sri, saat meresmikan Klinik Pratama Rawat Inap dan Bersalin “Luqi Medika” di Kampung Jengglong Barat Purwodadi, Kamis (31/3/2016).

“Seperti kita ketahui, angka kematian bayi lahir dan ibu melahirkan di Grobogan ini paling tinggi di Jawa Tengah. Ini merupakan sebuah kenyataan yang cukup memprihatinkan,” katanya.

Terkait dengan realita itu, Sri meminta harus segera dilakukan berbagai upaya untuk menekan angka kematian tersebut. Untuk itu perlu kerjasama dan koordinasi dengan berbagai komponen masyarakat.

Dalam kesempatan itu, sri mengapresiasi pendirian klinik yang dilakukan oleh pihak swasta. Sebab, keberadaan klinik itu secara tidak langsung akan bisa mempermudah warga untuk mendapatkan layanan kesehatan.

“Selain rumah sakit dan puskesmas, kita juga punya dua klinik milik pemerintah. Sementara jumlah klinik swasta sudah ada 26 tempat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) Grobogan Ahmadun Alfaputra menambahkan, sampai saat ini sudah ada 53 orang yang mengajukan pendirian klinik. Dari jumlah ini, sudah 26 klinik yang dapat izin. Sementara lainnya masih dalam proses.

Editor : Kholistiono