Petani Wanita Desa Banyuurip Pati Ciptakan Rumah Kaca dari Bambu dan Plastik

Petani

Sudarmi (kanan) dan teman kelompok wanita tani tengah melihat kondisi bibit di dalam green house bambu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Keterbatasan dana tidak lantas membuat sejumlah kelompok tani wanita (KWT) Berkah Lumintu di Desa Banyuurip, Kecamatan Margorejo, Pati terbatas dalam mengembangkan budidaya tanaman. Keterbatasan itulah justru dimanfaatkan untuk membuat suatu terobosan yang inovatif.

Salah satu karya yang dibuat, antara lain rumah kaca atau yang akrab didengar “green house”. Rumah ini dibuat untuk mengantisipasi kemungkinan buruk dari bibit-bibit yang ditanam akibat cuaca.

Berhubung tidak ada dana untuk membuat green house seperti yang diterapkan di dunia pertanian modern dalam skala besar, mereka akhirnya memanfaatkan bambu dan plastik untuk disulap menjadi rumah kaca. Bentuknya pun menarik dan tak kalah dengan green house pada umumnya.

Ketua KWT Banyuurip Sudarmi kepada MuriaNewsCom mengatakan, green house digunakan untuk sarana pembibitan ragam tanaman, sekaligus tempat karantina tanaman. “Dananya minim. Jadi, kita manfaatkan yang ada, seperti bambu dan plastik,” ujarnya, Kamis (31/3/2016).

Ia mengatakan, bambu dan plastik memang tidak bisa bertahan lama seperti bahan tembus cahaya lainnya seperti kaca, achrilic, dan sejenisnya. Namun, kedua bahan itu cukup bisa diandalkan untuk melakukan karantina tanaman-tanaman selama tiga hingga empat tahun.

“Itupun kalau bambu belum lapuk, kita masih bisa terus gunakan. Plastiknya juga harus tebal biar awet. Rumah kaca ini berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya matahari dan kadar air hujan,” kata Darmi.

Editor : Kholistiono

Satu gagasan untuk “Petani Wanita Desa Banyuurip Pati Ciptakan Rumah Kaca dari Bambu dan Plastik

  1. Ping-balik: Pancaroba Mengintai, Petani Di Banyuurip Pati Siapkan Green House Untuk Selamatkan Bibit Tanaman | Muria News

Komentar ditutup.