Dinsosnakertrans Jepara Minta Hasil Kesepakatan Antara PT Skanindo dan Karyawannya Dilaporkan

Muryanto, Kasi Pengawasan Tenaga Kerja dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman

Muryanto, Kasi Pengawasan Tenaga Kerja dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman

 

MuriaNewsCom, Jepara – Menanggapi hasil musyawarah penyelesaian masalah antara PT Skanindo Ekaduta dengan Karyawan. Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Jepara melalui Kasi Pengawasan Tenaga Kerja Muryanto mengatakan, hasil kesepakatan lebih baik disampaikan ke pihaknya.

”Pihak perusahaan saat dipanggil memang menjanjikan menyelesaikan masalah tersebut secara bipartite. Jika memang sudah selesai, kami mengapresiasinya. Hanya saja, alangkah lebih baik melaporkan hasilnya kepada kami. Itu untuk menghindari potensi masalah lain,” ujar Muryanto, Rabu (30/3/2016).

Menurutnya, bagaimanapun juga persoalan antara perusahaan itu dengan karyawannya sudah mengemuka. Pihak pemerintah juga telah mengetahui, sehingga dia meminta agar hasil kesepakatan tersebut dapat disampaikan kepada pemerintah melalui dinasnya.

Beberapa waktu lalu sejumlah karyawan PT Skanindo Ekaduta mempermasalahkan statusnya di perusahaan tersebut akibat terlalu lama tak dipekerjakan. Masalah tersebut diselesaikan secara bipartite, antara karyawan terkait dengan pihak perusahaan.

Perwakilan Paguyuban Karyawan PT Skanindo Ekaduta Eko Mei Susanto mengemukakan, pihak perusahaan memberikan hak-hak mereka sesuai dengan tuntutan yang diinginkan. Menurut dia, pihak perusahaan memberikan tali asih kepada belasan karyawan yang statusnya saat ini sudah tidak dipekerjakan kembali di lokasi perusahaan yang baru.

Paguyuban karyawan sebelumnya sempat mengadukan masalah tersebut ke Komisi C DPRD Jepara. Pengaduan itu lantaran tidak ada kejelasan mengenai status belasan karyawan yang diistirahatkan akibat lokasi pabrik yang berpindah. Pengistirahatan karyawan perusahaan terjadi sejak 5 Januari 2016 lalu yakni untuk karyawan bagian mesin. Dilanjutkan pada 29 Januari 2016 untuk karyawan amplas dan servis, serta terakhir pada 6 Februari 2016 lalu.

Editor : Titis Ayu Winarni