Museum Migas Akan Dibangun di Cepu

ilustrasi

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Blora – Cepu yang masuk dalam kawasan Kabupaten Blora merupakan salah satu daerah yang sangat terkenal sejak kolonial akan minyaknya. Hal itu membuat stakeholder terkait berencana membuat museum migas. Bukan tanpa alasan, museum migas nantinya digadang-gadang sebagai upaya pengenalan sejarah minyak di Cepu.

Arief Rohman Wakil Bupati Blora mengungkapkan, usulan tersebut telah ia koordinasikan dengan pihak berwenang. Dalam hal ini, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. ”Di Malaysia saja ada museum petronas, yang menjelaskan tentang minyak dan gas bumi. Di Indonesia kan belum ada, kalaupun ada, hanya di Taman Mini Indonesia Indah,” ujarnya.

Harapannya, dalam pembangunan museum nantinya, bisa komprehensif. Dalam artian, setiap pengunjung meseum bisa mengetahui sejarah minyak dan gas bumi yang ada di Blora, khususnya di Cepu. ”Rencananya mereka bisa tahu, bahkan secara langsung. Selain indoor museumnya, harapannya juga outdoor,” ungkap dia.

Perihal museum yang akan dibangun, meski sampai saat ini masih tahap rencana, ia berfikir perihal museum yang terintegrasi langsung dengan sumur pengeboran minyak. ”Jadi tidak hanya bisa tahu sejarah lewat diorama yang disajikan nantinya,” ujar dia.

Di Cepu ada lembaga pendidikan yang secara khusus mengajarkan tentang Minyak dan Gas Bumi, yakni STEM Akamigas. Selain itu juga terdapat Pusat Pendidikan dan Latihan Minyak dan Gas bumi (Pusdiklat Migas) milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Juga, terdapat sumur pengeboran minyak baik di Cepu sendiri maupun di sekitar Cepu. ”Kalaupun ditambah dengan Museum Migas, jadi komplit,” pungkasnya.

Sementara, Mei Nariyono, Camat Cepu menyetujui usulan tersebut. Sampai saat ini masih belum ada museum yang secara komprehensif membahas tentang minyak. Kalaupun nanti bisa dibangun di Cepu, artinya Cepu memiliki aset lengkap perihal minyak dan gas bumi.

”Untuk lahan museum sudah dipersiapkan, seluas 8 hektare di sekitar jalan Baypass Cepu,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni