Hotel Safin Pati Dituntut Tutup oleh Santri

Koodinator aksi Sholikul Hadi berorasi di depan Hotel Safin. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Koodinator aksi Sholikul Hadi berorasi di depan Hotel Safin. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan santri yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Pembela Santri Madrasah Indonesia (APSMI) Pati menggelar unjuk rasa di depan Hotel Safin, Jalan Diponegoro Pati, Rabu (30/3/2016).

Mereka menuntut agar Hotel Safin ditutup, setelah adanya kasus perdagangan anak di bawah umur yang melibatkan salah satu siswi Madrasah Aliyah (MA) beberapa waktu lalu. Dalam aksinya, mereka membawa spanduk bertuliskan tuntutan untuk menutup Hotel Safin.

Baca juga :  Miris! Siswi Madrasah Aliyah di Pati Diduga Dijual untuk Pria Hidung Belang 

“Tutup Hotel Safin. Jangan perdagangkan anak-anak kami. Jangan fasilitasi praktik prostitusi dan perdagangan anak di Pati. Waspada dan hindari praktik prostitusi dan trafficking. Waspada penyalahgunaan narkoba,” begitu bunyi spanduk yang dibawa puluhan santri.

Usai menggelar aksi demonstrasi, massa kemudian melakukan salat gaib di depan Hotel Safin. Hal itu dilakukan sebagai aksi kepedulian terhadap santri untuk melawan trafficking.

“Anak-anak itu aset bangsa. Kalau anak-anak diperjualbelikan, bagaimana nanti nasib bangsa ke depan? Kami harap trafficking jangan sampai terjadi lagi di Pati,” ujar Ketua APSMI Ali Ridlo di depan awak media.

Sementara itu, pihak manajemen Hotel Safin saat dikonfirmasi mengaku sudah melakukan manajemen hotel sesuai dengan standar hotel bintang tiga. “Kami hanya sebagai saksi. Pelaku itu sudah menjadi target operasi (TO) dan dijebak Polda Jawa Tengah. Kami tidak menyediakan wanita panggilan,” kata Vallient Isaak, manajer Hotel Safin.

Editor : Akrom Hazami