Heboh! Dinsoskertrans Pati Bongkar Pengemis-pengemis Kaya

Petugas Dinsoskertrans Pati melakukan pendataan pada pengemis yang terjaring operasi Satpol PP, Senin (28/3/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas Dinsoskertrans Pati melakukan pendataan pada pengemis yang terjaring operasi Satpol PP, Senin (28/3/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Siapa sangka bila pengemis-pengemis yang mangkal di sejumlah perempatan rambu lalu lintas di Pati ternyata orang mampu. Hal itu berhasil dibongkar Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsoskertrans) Pati.

Kepala Dinsoskertrans Pati Subawi mengaku pernah mengecek dan membuka dompet salah satu pengemis. Betapa terkejutnya Subawi, ketika dompet itu berisi uang Rp 500 ribu pada pagi hari.

“Kita memang buka dompetnya untuk mengecek. Itu pagi-pagi saja, dia sudah mengantongi uang Rp 500 ribu. Ada yang Rp 300 ribu. Itu memang pekerjaan. Apakah itu yang namanya orang miskin?” ujar Subawi saat ditanya MuriaNewsCom, Senin (28/3/2016).

Padahal, kata dia, pekerjaan petani, pekerja bangunan dan lainnya saja tidak sampai memiliki penghasilan sebesar itu. Itu sebabnya, ia meminta kepada pengguna jalan yang melintas di perempatan di Pati untuk tidak memberikan uang kepada pengemis.

“Ada gula, ada semut. Itu juga tergantung masyarakat. Kalau tidak diberi, ya dia tidak ada lagi. Sepanjang di perempatan dikasih uang terus, dia pasti ada terus. Sebaiknya, salurkan saja kepada panti-panti sosial atau yang memang benar-benar membutuhkan,” sarannya.

Yang lebih mengejutkan, salah satu pengemis yang beroperasi di kawasan Puri ternyata memiliki usaha persewaan sound system dan tenda. “Ada pengemis yang beroperasi di Puri. Dia orang Kudus. Dia punya usaha persewaan sound system, tapi pekerjaannya pengemis. Sekarang, pengemis itu memang sudah jadi profesi,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami