Produksi Padi di Rembang Merosot Drastis pada Panen Pertama

Panen Raya di Rembang, baru-baru ini (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Panen Raya di Rembang, baru-baru ini (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Musim panen padi di Kecamatan Sumber dan Kaliori Kabupaten Rembang tidak maksimal. Sebab, para petani di dua kecamatan itu rata-rata mengalami penurunan hasil panen hingga tiga kali lipat dari biasanya.

Kusnan, petani di Desa Tlogotunggal, Kecamatan Sumber menuturkan, selain disebabkan minimnya curah hujan pada tahun ini, petani juga mengeluhkan banyaknya tanaman yang diserang hama sundep.
“Saat kondisi normal, 2 petak sawah yang saya miliki bisa menghasilkan padi sebanyak 1,5 ton. Saat ini mungkin hanya mencapai 5 kwintal,” ungkapnya.

Hal serupa dikatakan Sunardi, petani di Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori. Panen padi kali ini memang sangat drastis. Dulu satu petak sawahnya, katanya, mampu menghasilkan 20 sak gabah. Kali ini kemungkinan hanya meraup 5 sak. “Padahal merupakan panenan pertama. Tentu berbeda jauh dibandingkan tahun lalu, bisa panen dua kali,” katanya.

Sunardi mengaku, saat ini sulit mencari pasokan air. Jika harus menyedot dari sungai, aliran sungai juga sama-sama mengering.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Suratmin, mengakui, merosotnya gabah kering hasil panen di kabupaten setempat. Tak hanya di dua kecamatan tersebut, namun juga dialami sejumlah wilayah lain.

Padahal menurutnya, tahun ini pemerintah pusat telah menargetkan produksi padi tembus 251 ribu ton di Rembang. Begitu melihat keluhan-keluhan yang disampaikan oleh petani, menurutnya sulit mengejar target tersebut.

“Anomali cuaca tak bisa dihindari. Pemerintah tinggal mengevaluasi, kedepan akan terus berupaya menambah jumlah embung, guna menopang sektor pertanian,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono