Libur Panjang Kepulauan Karimunjawa Diserbu Wisatawan

Gerbang pintu masuk Karimunjawa mulai dipadati pengunjung sejak Jumat (25/3/2016) kemarin hingga hari ini. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz zaman)

Gerbang pintu masuk Karimunjawa mulai dipadati pengunjung sejak Jumat (25/3/2016) kemarin hingga hari ini. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Libur panjang lantaran tanggal merah pada 25 Maret 2016, dan libur akhir pekan ini membawa kebahagiaan tersendiri bagi sebagian kalangan. Mereka banyak yang menghabiskan waktu libur panjang ini untuk rekreasi. Salah satu lokasi di Jepara yang dipilih untuk dijadikan tempat rekreasi adalah di kepulauan Karimunjawa.

Kabid Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Jepara, Sutana, menyatakan, sejak Jumat kemarin memang terjadi lonjakan pengunjung ke Karimunjawa. Hal itu diketahui dari banyaknya wisatawan yang menyeberang dari dermaga Kartini.

”Liburan ini memang banyak penumpang. Peningkatan dibanding hari biasa sangat tajam, dua kali lipat lebih,” ujar Sutana kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, akibat lonjakan pengunjung ke Karimunjawa, kapal motor cepat (KMC) Express Bahari yang biasa melayani penyeberangan ke Karimunjawa terpaksa menambah trip pelayaran. ”Normalnya hari Jumat hanya satu kali pelayaran, tapi karena ada lonjakan penumpang tripnya ditambah. Sehari menjadi dua kali pelayaran,” terangnya.

Hal senada juga dikatakan Pengelola biro perjalanan wisata Karimunjawa, Djati Utomo. Menurut dia, pada libur panjang akhir pekan kali ini diserbu wisatawan. Lonjakan kunjungan wisatawan mencapai 200 persen.

Selama sehari kemarin saja, lanjutnya, tercatat lebih kurang 900 wisatawan berkunjung ke Karimunjawa. Biasanya, pada musim libur akhir pekan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke wilayah terluar Kabupaten Jepara itu tidak lebih dari 300 wisatawan setiap harinya.

”Wisatawan yang masuk Karimunjawa pada liburan akhir pekan ini sekitar 900 orang. Selain karena liburnya cukup panjang, juga kondisi cuaca sudah mulai membaik tidak seperti dua bulan terakhir,” kata Djati.

Editor : Titis Ayu W