Kata Polisi Soal Siswa SD Tewas Tenggelam di Getassrabi

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kasus meninggalnya bocah SD pagi, Suyanto (11), warga Desa Getassrabi RT 5 RW 6, Gebog di Sungai Gayam Benduran di Dukuh Srabi Kidul, Desa Getassrabi, Gebog, Kudus, diperiksa polisi setempat.

Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan melalui KBO Sat Reskrim Ipda Heri Purwanto mengatakan, korban diangkat dari sungai, dan dibawa ke Puskesmas Gribig guna pengecekan lebih lanjut. Dari hasil pengecekan, polisi tidak menemukan bekas luka pada tubuh korban.

Baca juga : 2 Siswa SD Terseret Arus, 1 Tewas di Getassrabi Kudus

“Berdayakan pekerjaan Dr. Maria Shita Mandaru dari Puskesmas Gribig Gebog, tubuh korban tidak diketemukan tanda bekas penganiayaan. Sehingga akibat kematian korban diperkirakan kehabisan oksigen karena tenggelam,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, setelah diperiksa, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga menyambut dengan air mata lantaran kehilangan anaknya.

Dia mengimbau kepada masyarakat, khususnya guru dan siswa untuk lebih mewaspadai tingkah anak-anaknya. Terlebih saat jam belajar sekolah yang masih dalam pantauan guru.

“Kalau tidak penting langsung kembali ke sekolah saja. Jangan bermain di sungai, karena berbahaya. Khususnya pada musim hujan semacam ini,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami