Ilegal, Pemecah Batu di Rahtawu Kudus Diperketat

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus, akan membuat peraturan desa (Perdes) mengatur kegiatan penambangan atau pemecahan batu. Sebab, aktivitas pemecah batu ilegal masih marak.

Kepala Desa (Kades) Rahtawu, Gebog Sugiyono mengatakan, pihaknya akan membentuk perdes. Hal itu merupakan kesepakatan pemdes, tokoh muda, dan tokoh masyarakat. Setelah sehari sebelumnya, pada Jumat (25/3/2016), satpol PP menertibkan aktivitas pemecah batu ilegal.

Baca juga : Pemecah Batu Ilegal Sungai Rahtawu Lari Tunggang Langgang 

“Intinya, pemecah batu boleh dilakukan. Dengan syarat dijual ke dalam desa. Bukan ke luar desa,” kata Sugiyono, Sabtu (26/3/2016).

Terkait perdes, kades menegaskan nantinya akan ada tim pemantau ke lapangan. Mereka bisa mengetahui secara langsung aktivitas penambangan batu yang merugikan. Saat itu juga, pemdes akan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang ada.

Batu besar di wilayah Rahtawu berangsur berkurang. Pemecah batu telah memecahnya sampai seukuran kecil. Padahal keberadaan batu besar dianggap mampu mengurangi terjangan longsor. “Memang salah satu penyebab longsor itu yakni tidak adanya batu berukuran besar,” ujarnya.

Dari pantauannya, aktivitas pemecahan batu ilegal dilakukan di lahan warga di tepi sungai. Kendati demikian, kata Sugiyono, kegiatan itu tidak dapat dibenarkan mengingat amat merugikan lingkungan. Dia berharap, perdes itu akan mengurangi tingkat penambangan batu ilegal.

Editor : Akrom Hazami

Satu gagasan untuk “Ilegal, Pemecah Batu di Rahtawu Kudus Diperketat

  1. Ping-balik: Pemecah Batu Ilegal Rahtawu, Polisi Dan TNI Mengintaimu | Muria News

Komentar ditutup.