Pemecah Batu Ilegal Sungai Rahtawu Lari Tunggang Langgang

Satpol PP Kudus menyita satu palu yang digunakan pemecah batu ilegal di Desa Rahtawu, Kudus.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Satpol PP Kudus menyita satu palu yang digunakan pemecah batu ilegal di Desa Rahtawu, Kudus.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Para pemecah batu ilegal lari tunggang langgang, begitu tahu akan ada Satpol PP Kudus menertibkannya di Dukuh Krajan, Rahtawu, Gebog, Jumat (25/3/2016).  Hal itu membuat Satpol PP tidak mendapati aktivitas pemecah batu ilegal.

Ketua Regu 1 Bagian Ketertiban Umum, dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kudus Maskar mengatakan,  kendati tidak menemukan aktivitas pemecah batu ilegal, namun pihaknya berhasil menyita satu alat pemecah batu, yaitu sebuah martil. “Alat itu kita bawa dari tepi sungai Desa Rahtawu,” kata Maskar.

Dia menilai, kegiatan pemecah batu selain ilegal, juga berpengaruh merusak lingkungan alam. Mulai dari bencana longsor, banjir dan lainnya. Apalagi, batu besar di sungai biasanya mampu menjadi penopang arus yang deras.

Biasanya, batu hasil aktivitas itu dijual ke warga luar daerah. Seperti yang disampaikan salah seorang warga setempat, Somadi (60). Sepengetahuannya, pemecah batu menjual hasil ke pembeli khusus. Yakni pembeli yang datang ke lokasi dengan menggunakan mobil colt pikap. Harga batu sekitar Rp 200-250 ribu per colt pikap. “Kualitas batu di sini cukup bagus,” ujar Somadi yang enggan menyebutkan siapa pemecah batu ilegal itu.

Kepala Desa Rahtawu, Gebog Sugiyono kesulitan untuk mendeteksi aktivitas pemecah batu ilegal di wilayahnya. Biasanya, pemecah batu ilegal beraksi dengan cara berpindah-pindah. “Di lokasi yang terdapat batu besar di sungai,” kata Sugiyono.

Editor : Akrom Hazami

2 gagasan untuk “Pemecah Batu Ilegal Sungai Rahtawu Lari Tunggang Langgang

  1. Ping-balik: Ilegal, Pemecah Batu Di Rahtawu Kudus Diperketat | Muria News

  2. Ping-balik: Pemecah Batu Ilegal Rahtawu Diancam Satpol PP | Muria News

Komentar ditutup.