Jelang Pilkada 2017, Ini Sikap NU Jepara

ilustrasi

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Menjelang pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Jepara 2017 mendatang, situasi politik di kota ukir mulai ramai. Namun, dalam konteks ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara menegaskan tidak berpolitik praktis.

Ketua PCNU Jepara Hayatun Nufus Abdullah al-Hafidz mengatakan NU sesungguhnya berpolitik kebangsaan, bukan berpolitik praktis lewat jalan kepartaian.

Kekhawatiran berlebih jika NU Jepara pada momen Pilkada 2017 dibawa ke ranah politik praktis, dengan mendukung calon perorangan tertentu, ditepis Kiai yang kerap disapa mbah Yatun itu.

”Pendekatan yang dilakukan oleh calon-calon bupati Jepara kepada tokoh-tokoh dan Kiai NU memecah belah kebersamaan warga NU. Kadang-kadang ada yang kebelet, akhirnya keblosok-blosok. Kita memanage politik siyasah NU yang halus, tidak penuh konflik. Inilah politik kebangsaan NU,” ujar mbah Yatun.

Lebih lanjut dia mengemukakan, untuk menjamin jika dalam politik kebangsaan tidak akan melemahkan NU. Bahkan dia memberikan garansi dengan konsep-konsep yang dicanangkan tanpa memecah-belah persatuan NU.

”Saya punya konsep yang menjamin persatuan agar kebijakan pemerintah daerah bisa menyentuh masyarakat. Saya ingin NU mandiri. Perangkat eksekusi sudah saya siapkan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Rais Syuriah PCNU Jepara, kiai Ubaidillah Umar. Pihaknya tidak bisa memaksa pilihan masing-masing pengurus untuk memilih siapa pemimpin Jepara nanti. Baginya, hal itu merupakan hak masing-masing individu. Namun, semua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU di semua Kecamatan yang ada di Jepara harus menjaga persatuan agar NU tetap utuh dan selamat dari permainan politik praktis.

”Jangan sampai terbaca bahwa Syuriah dan Tanfidziyyah menggiring orang-orang kepada calon tertentu,” imbuhnya.
Himbauan dan arahan mengenai sikap NU Jepara saat Pilkada 2017 tersebut juga telah disampaikan beberapa kali secara langsung kepada 16 MWC NU Jepara dan pengurus yang berada di PCNU Jepara. Sehingga harapannya saat Pilkada nanti, NU Jepara tidak terpecah belah dan dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis.

Editor : Titis Ayu Winarni