Duh, Kades Rahtawu Pusing dengan Kelakuan Warganya

Satpol PP Kudus mengamankan kayu-kayu milik warga yang diletakkan di jalan Desa Rahtawu, Gebog karena mengganggu pengguna jalan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Satpol PP Kudus mengamankan kayu-kayu milik warga yang diletakkan di jalan Desa Rahtawu, Gebog karena mengganggu pengguna jalan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog tengah dipusingkan dengan kelakuan warganya. Karena menebang kayu, dan diletakkan di tepi jalan poros desa. Jalan yang memiliki luas sekitar 2 meter tersebut, merupakan jalur lalu lintas warga ataupun wisatawan.

Kepala Desa Rahtawu, Gebog, Sugiyono mengatakan, pihaknya kerap menegur warga yang membandel itu. Namun tidak dihiraukan. ”Sudah ditegur sering kali, tapi tidak ada perubahan, sehingga saya melaporkan hal ini kepada Satpol PP,” paparnya.

Sementara itu, kayu yang berada di tepi jalan yang dapat membahayakan pengendara motor dan mobil ini terdapat di dua titik. ”Penempatan kayu di tepi jalan ini ada di Dukuh Krajan dan Semliro. Selain itu, kayu tersebut juga bakal dijual ke tempat lain,” ujarnya.

Dia melanjutkan, pihaknya melarang adanya penjualan kayu dari Rahtawu untuk dijual ke daerah lain. Sebab hal itu termasuk eksploitasi kayu di kawasan itu. Namun, bila digunakan untuk keperluan pribadi sesuai kebutuhan untuk membangun rumah dan tempat ibadah pihaknya memperbolehkan. Meskipun itu milik pribadi.

Diketahui, kayu yang berada di tepi jalan tesebut berjenis kayu nangka, sengon laut, dan randu. Salah satu pemilik kayu, Sanijan mengutarakan, pihaknya akan menghentikan kegiatan itu. ”Saya terima kasih sudah diingatkan. Dan saya tidak mengulangi lagi,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni