Komunitas Lintas Agama Diharapkan Bisa Jadi Wadah untuk Kerukunan

Kegiatan menanam pohon yang dilakukan lintas agama di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan menanam pohon yang dilakukan lintas agama di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus –Diskusi lintas agama yang digelar di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus, pada Minggu (20/3/2016) diharapkan menjadi media antarumat beragama untuk bisa hidup berdampingan secara damai.

“Kegiatan seperti ini bukan untuk keperluan pribadi. Terlebih dengan adanyakomunitas lintas agama, diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat, dan ini bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Karena, hal ini mewadahi antarumat beragama agar hidup rukun,” ujar M Rosyid, tokoh lintas agama.

Keberagaman antarumat beragama di Desa Kutuk, katanya, juga bisa menjadi contoh, karena di desa ini kerukunan antarumat hingga kini terjaga dengan baik. Warga, juga saling menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat.

“Kita harapkan kerukunan umat beragama terus terjaga. Kami, dari komuntias lintas agama juga berharap dapat memfasilitasi untuk tumbuhnya kerukunan antarumat,” ungkapnya.

Sementara itu, tokoh agama Budha Bate Pabakaro mengutarakan, bahwa pihaknya sangat berterimakasih kepada Pemda Kudus yang sudahdapat mengayomi umat beragama.”Umat beragama di Kudus, sejauh ini hidup rukun berdampingan,” sebutnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, untuk menciptakan hidup rukun, perlu ada tiga aspek yang harus diperhatikan.

“Sebenarnya ada tiga aspek yang dapat membuat ketidaknyamanan hidup. Yakni, keserakahan, kebencian, dan kemarahan. Untuk itu, umat beragamaharus bisa menjauhi, dengan cara berpikiran benar, berusahabenar, dan berkonsentrasi dengan benar. Sehingga ajaran agama bisadirealisasikan dengan baik,” jelasnya.

Editor : Kholistiono