Curah Hujan di Rembang Minim, Serapan Pupuk Rendah

Koordinasi Komisi Pengawas Pupuk Dan Pestisida (KP3) Kabupaten Rembang di Hotel Fave, Senin (21/3/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Koordinasi Komisi Pengawas Pupuk Dan Pestisida (KP3) Kabupaten Rembang di Hotel Fave, Senin (21/3/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Akibat minimnya curah hujan selama musim tanam pertama tahun ini, realisasi tanam dan penyaluran pupuk di Kabupaten Rembang dinilai masih sangat rendah. Kondisi tersebut dikhawatirkan menghambat target peningkatan produksi pangan di wilayah setempat.

Bupati Rembang Abdul Hafidz, menyampaikan, dari alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 58 ribu ton lebih, yang baru diserap oleh petani tak lebih dari 13 ribu, atau kurang dari 22 persen. Serapan tersebut yaitu dari jenis Urea, ZA, SP 36, NPK,dan Organik, hingga bulan Maret ini.

Hafidz berharap, penyaluran dan permintaan pupuk bersubsidi akan meningkat pesat pada Bulan Oktober – Desember 2016. ”Agar program peningkatan produksi pangan khususnya padi/beras dapat berhasil, maka kebutuhan pupuk untuk petani harus kita cukupi,” ujarnya pada rapat koordinasi Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Rembang, di Hotel Fave, Senin (21/3/2016).

Hafidz juga meminta kepada Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) agar memastikan pupuk bersubsidi tidak diselewengkan keluar daerah. Pengawas pupuk, sebut Hafidz, harus bertindak tegas jika ditemukan penyimpangan, baik di tingkat kelompok tani, pengecer maupun distributor. ”Untuk diberi peringatan namun jika tidak mengindahkan izin penyaluran pupuk bersubsidi akan dicabut,” tegasnya.

Selain itu, KP3 harus mengawasi agar penyaluran pupuk bersubsidi sampai kepada para petani secara tepat waktu, tepat harga, dan tepat dosis. Juga mengawasi harga agar tidak melebihi HET yang ditetapkan. ”Para distributor dan pengecer agar segera menebus alokasi pupuk yang ditetapkan. Para PPL agar memerintahkan para petani agar segera membeli pupuk untuk kebutuhan musim tanam yang akan datang,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang, Suratmin menjelaskan. Curah hujan yang rendah menyebabkan rendahnya realisasi tanam dari bulan Oktober 2015 – Maret 2016 yakni 61% atau 21.5 ribu hektare.

Secara rinci ia menjelaskan untuk pupuk urea dari alokasi 23.100 ton sampai pertengahan maret terealisasi 4.972 ton. SP36 alokasi 9.060 ton terealisasi 1.845 ton, NPK 4.375 ton terealisasi 1.775 ton, ZA 14.760 ton terealisasi 2515, Organik 7.180 terealisasi 1.605 ton.

Editor : Titis Ayu Winarni