Sebelum Muncul Persoalan, Polres Grobogan Diminta Segera Bentuk Tim Andalalin

Kasubdit Kamsel Dit Lantas Polda Jateng AKBP Maesa Sugriwo didampingi Kadishubkominfo Grobogan Agung Sutanto saat berkoordinasi dengan forum lalu lintas di Mapolres Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kasubdit Kamsel Dit Lantas Polda Jateng AKBP Maesa Sugriwo didampingi Kadishubkominfo Grobogan Agung Sutanto saat berkoordinasi dengan forum lalu lintas di Mapolres Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Polres Grobogan diimbau untuk segera membentuk tim Penyelenggaraan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin). Hal itu perlu dilakukan seiring dimulai berkembangnya sarana dan prasarana di wilayah Grobogan. Hal itu disampaikan Kasubdit Kamsel Dit Lantas Polda Jateng AKBP Maesa Sugriwo saat berkoordinasi dengan forum lalu lintas di Mapolres Grobogan, Rabu (16/3/2016).

”Wilayah Grobogan kini mulai berkembang seiring dengan pendirian pabrik di wilayah ini maka harus kita siapkan dari sekarang untuk membentuk Tim Andalalin. Jangan sampai, gara-gara belum ada Tim Andalalin, kedepan banyak persoalan yang terjadi,” tegasnya.

Menurutnya, pembentukan tim Andalalin itu sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 75 Tahun 2015, tentang Penyelenggaraan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin). Daerah-daerah diharapkan segera membentuk karena di Polda Jateng terbentuk tim Andalalin tersebut.

Hadir dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Perhubungan Infomasi dan Komunikasi Kabupaten Grobogan Agung Sutanto, dan Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo beserta para perwira lainnya. Hadir pula, perwakilan Satpol PP Grobogan dan beberapa pejabat Pemkab Grobogan terkait.

Dalam kesempatan itu, Maesa juga menyinggung agar keberadaan Kawasan Tertib Lalu lintas (KTL) di sepanjang jalan MT Haryono dan R Soeprapto Purwodadi agar lebih dioptimalkan. Sebab, adanya KTL tersebut untuk mewujudkan tertibnya lalu lintas, lancar dan teratur.

Optimalisasi penerapan KTL itu sesuai dengan Peraturan Bupati Grobogan No 46 Tahun 2013. Peraturan tersebut bertujuan untuk menciptakan lokasi penggal jalan yang tertib marka, rambu, parkir serta penggunaan jalan dalam rangka mencipatakan keamanan, keselamatan, tertib dan kelancaran lalu lintas.

”KTL itu nantinya menjadi percontohan bagi lokasi lainnya. Agar bisa maksimal perlu dukungan dari semua pihak baik pemerintah daerah maupun masyarakat Kabupaten Grobogan,” ujarnya.

Editor : Titis Ayu Winarni