Ruang Kelas SMP 2 Gebog Ada yang Tak Berlistrik dan Plafon, Disdikpora : Memang Sengaja

Bangunan di SMP 2 Gebog Kudus yang tidak dilengkapi dengan instalasi listrik dan plafon. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bangunan di SMP 2 Gebog Kudus yang tidak dilengkapi dengan instalasi listrik dan plafon. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pembagunan dua ruang kelas di SMP 2 Gebog, Kudus, ternyata memang sengaja dibangun tanpa menggunakan instalasi listrik dan plafon. Tidak disediakannya instalasi listrik dan plafon, memang sesuai dengan perencanaan di Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Hal itu diungkapkan Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Hartono. Menurutnya, dalam RAB memang tidak ada anggaran untuk pemasangan instalasi listrik serta plafon di sekolah itu.

“Dalam RAB memang tidak ada instalasinya, jadi tidak bisa dipasang karena memang tidak ada anggarannya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, sebenarnya pembagunan instalasi listrik diperbolehkan dengan dana pribadi. Hanya untuk membuatnya juga harus ada dana yang sudah disiapkan.

Dalam pembangunan dua ruang kelas kelas di SMP 2 Gebog itu, sebenarnya tidak terlalu menirukan penerangan listrik. Sebab berdasarkan pantauan pihak dinas, ruang kelas juga banyak ventilasi sehingga sudah cukup terang.

“Ada dua sisi ventilasi, yakni dari dua sisi, kiri dan kanan gedung. Jadi kelas sudah terang meski tanpa listrik,” ujarnya.

Mengenai nominal, anggaran DAK pembagunan dua ruang kelas, terdiri dari Rp 148 juta untuk tiap ruang kelasnya. Sehingga total bantuan adalah Rp 296 juta.

Sebelumya, Komisi D DPRD Kudus menyoroti proyek perbaikan gedung sekolah menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Seperti halnya di SMP 2 Gebog Kabupaten Kudus, Komisi D menemukan hasil perbaikan ruang kelas yang mencurigakan.

Ketua Komisi D Mukhasiron mengatakan, temuan tersebut bukan hanya ditemukan untuk satu ruang kelas saja, melainkan ditemukan pada dua ruangan kelas sekaligus. Kedua ruang kelas yang dibangun menggunakan anggaran DAK 2015 itu, tidak dilengkapi instalasi listik.

“Ruang kelas juga tidak dipasangi plafon. Kayu-kayu dan kusen jendela juga kualitasnya buruk. perbaikan sekolah dengan DAK selalu kurang memuaskan dan terkesan asal-asalan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Bangunan SMP 2 Gebog Ada yang Tak Berlistrik, Piye Iki?