Puluhan Warga Pendosawalan Gerudug DPRD Jepara

Puluhan warga Desa Pendosawalan memenuhi ruang serbaguna Lantai 2 Kantor DPRD Jepara. Mereka menunggu dimulainya forum audiensi (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Puluhan warga Desa Pendosawalan memenuhi ruang serbaguna Lantai 2 Kantor DPRD Jepara. Mereka menunggu dimulainya forum audiensi (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Puluhan warga Desa Pendosawalan, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara menggerudug Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara. Mereka melakukan audiensi kepada anggota dewan berkait keberadaan PT Kanindo, pabrik yang bergerak di bidang garmen yang berada di desa setempat, Kamis (17/3/2016).

Mereka datang ke Taman Sari dengan membawa berkas tuntutan mereka yang akan disampaikan kepada anggota dewan. Dalam berkas tersebut, tercatat enam tuntutan warga. Di antaranya, penolakan penutupan atau pengalihan Jalan Ngelo – Cikal yang dilakukan PT Kanindo, menuntut agar PT Kanindo melakukan perbaikan saluran air, dan menuntut PT Kanindo melakukan kewajibannya sebagaimana yang diatur dalam perundang-undangan maupun aturan di tingkat desa.

“Selain itu, kami juga menuntut kepada sejumlah pihak agar melakukan tindakan sebagaimana aturan yang berlaku. Misalnya, Dinas Perizinan Jepara agar meninjau ulang izin PT Kanindo, kepada DPRD membentuk pansus untuk masalah ini, dan pihak kepolisian agar dapat bertindak secara lebih profesional,” ungkap koordinator warga Dukuh Ngelo, Desa Pendosawalan Rifa’an, Kamis (17/3/2016).

Puluhan warga telah mendatangi dan memenuhi Lantai 2 Kantor DPRD Jepara sejak azan zuhur berkumandang. Audiensi yang dijadwalkan mulai pada pukul 13.00 WIB, sampai 15 menit kemudian belum dimulai.

Puluhan rombongan ini juga dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Aparat berjaga-jaga di luar ruangan. Sedangkan audiensi digelar di dalam salah satu ruang serbaguna di Lantai 2 DPRD Jepara.

 Editor : Kholistiono

Baca juga : Ratusan Warga Pendosawalan Jepara Blokir Jalan Menuju Pabrik Garmen Kanindo