“Fosil juga Ditemukan di Dalam Rumah Warga Banjarejo Grobogan”

Ahli purbakala melakukan penyelidikan di lokasi penemuan barang fosil Banjarejo, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ahli purbakala melakukan penyelidikan di lokasi penemuan barang fosil Banjarejo, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain menangani benda purbakala yang sudah ditemukan, ahli purbakala dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran juga melakukan penyisiran lapangan.

Rencananya, mereka akan menyisir beberapa kawasan di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus yang selama ini sudah pernah ditemukan fosil hewan purba. Seperti di Dusun Nganggil, Ngrunut, Barak, Kuwojo dan Peting.

“Observasi lapangan sudah mulai dilakukan sejak kemarin. Untuk tahap pertama, sasarannya adalah daerah yang sudah ada penemuan fosilnya dulu. Ada sekitar enam ahli yang melakukan aktivitas lapangan ini, sementara yang lain menangani benda purbakala yang sudah ditemukan,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Menurutnya, penyisiran yang dilakukan tidak hanya di areal persawahan. Tetapi juga di lahan perkebunan serta pekarangan penduduk. Hal itu dilakukan karena selama ini, benda purbakala yang ditemukan berada pada lokasi yang berlainan.

“Tempat penemuan benda purbakala selama ini memang unik. Ada yang ditemukan di pekarangan, sawah, kebun jati, pinggiran sungai, dan sempat ada yang di dalam rumah penduduk,” imbuh Taufik.

Ia menambahkan, salah satu orang yang paling berjasa dalam menemukan fosil selama ini adalah perangkatnya. Yakni, Kaur Kesra Dusun Kuwojo Budi Setyo Utomo. Hampir semua fosil yang berhasil diangkat, penemunya adalah perangkat desa tersebut.

“Kehebatan Pak Budi dalam masalah fosil sudah tidak diragukan lagi. Bahkan, beberapa warga memberikan julukan Profesor Fosil padanya. Dalam penelitian ini, Pak Budi juga kita minta untuk ikut membantu tim dari BPSMP karena dia tahu banyak soal ini,” sambungnya.

Sementara itu, saat dimintai komentar masalah ini, Budi bersikap merendah. Pria berusia 35 tahun itu mengaku tidak punya keahlian khusus dalam masalah penemuan fosil.

“Apa yang diceritakan orang itu saya kira terlalu berlebihan. Saya hanya kebetulan saja bisa menemukan fosil-fosil ini. Dalam menemukan fosil ini saya hanya belajar dari alam dan insting,” kata lulusan MTs itu.

Dari pengalaman yang dimiliki, Budi menyatakan jika potensi fosil yang ada di desanya masih cukup banyak. Hampir semua dusun menyimpan kekayaan fosil. Hanya saja, kedalaman fosil yang terpendam dalam tanah itu berbeda-beda.

Meski demikian, untuk bisa mengeluarkan fosil itu bukan pekerjaan mudah. Sebab, butuh dana untuk penggalian serta peralatan yang lebih memadai. Harapannya, pihak terkait nantinya bisa mengambil alih upaya penggalian dan dia siap membantu untuk memperlihatkan kekayaan purbakala yang tersimpan di bumi Banjarejo.

Editor : Akrom Hazami