Harga Ikan Bandeng Anjlok, Petani di Pati Merugi

Tamam tengah memanen ikan bandeng di tambaknya di Desa Sambilawang, Trangkil, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Tamam tengah memanen ikan bandeng di tambaknya di Desa Sambilawang, Trangkil, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Harga ikan bandeng anjlok dalam beberapa waktu terakhir dari harga stabil Rp 17 ribu per kilogram menjadi Rp 14 ribu per kilogram. Harga di tingkat petani itu diakui membuat petani bandeng merugi, mengingat biaya produksi bandeng cukup tinggi.

Badrul Tamam, petani bandeng yang memiliki tambak di Desa Sambilawang, Trangkil, Pati mengaku rugi dengan anjloknya harga bandeng. ”Harga bandeng saat ini berkisar di angka Rp 13 ribu hingga Rp 14 ribu per kilo. Kalau dihitung-hitung, kami rugi,” keluhnya saat berbincang dengan MuriaNewsCom.

Ia mengatakan, pakan ikan bandeng harganya tidak pernah turun. Bahkan, harganya cenderung naik. Dengan biaya produksi yang tetap dan cenderung naik membuat petani kelimpungan ketika harga jual bandeng anjlok setiap kali panen.

”Setiap panen, saya menghabiskan pakan ikan senilai Rp 2 juta dengan kapasitas panen 600 kilogram bandeng senilai Rp 8 juta. Belum lagi biaya operasional lain-lain, termasuk sewa lahan yang mencapai Rp 4 juta setiap tahun,” curhat Tamam.

Kendati tenaga tidak sebanding dengan keuntungan yang diraup setiap panen, tetapi Tamam mengaku tidak ada pilihan lain. Ia mengaku sudah bekerja bertahun-tahun sebagai petani bandeng.

”Ini memang mata pencarian kami. Suka duka jadi petani tambak memang selalu ada. Kami berharap pemerintah bisa memperhatikan petani kecil seperti kami,” harapnya.

Editor : Titis Ayu Winarni