Anak yang Terjangkit HIV/AIDS Tetap Mendapatkan Vaksin Polio

Petugas sedang meneteskan vaksin polio kepada balita (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas sedang meneteskan vaksin polio kepada balita (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang diselenggarakan 8 hingga 15 Maret, diperuntukkan semua balita usia 0-59 bulan. Untuk itu, semua balita dengan usia tersebut mendapatkan jatah vaksin polio.

Kepala Dinas Kesehatan Kudus (DKK) dr. Maryata mengatakan, semua balita mendapatkan jatah PIN, dan tak terkecuali  bagi balita yang terjangkit HIV/AIDS.

“Syaratnya itu kan semua balita, mulai dari umur 0 hingga 59 bulan atau 5 tahun. Jadi, semuanya harus mendapatkan imunisasi PIN,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya,mengenai kabar adanya anak di Kudus yang terjangkit HIV/AIDS yang tidak dibolehkan mendapatkan vaksin polio, dibantah secara tegas olehnya. Sebab, imunisasi tersebut diberikan untuk semua balita di Indonesia.

Dia menambahkan, bukan hanya balita pengidap HIV/AIDS atau orang tuanya bayi yang terjangkit, semuanya dilayani. Bahkan, katanya,  bayi yang baru lahir sekalipun juga mendapatkan imunisasi tersebut.

Mengenai target yang mencapai belasan ribu, dia meyakini dapat mencapai hal itu. Sebab, sudah ada jadwal yang jelas mengenai pelaksanaan polio, begitupun dengan petugas yang juga pro aktif melakukan swipping.

“Pada hari pertama, sempat kurang dari target. Sebab hanya mencapai 18 persen. Padahal seharusnya targetnya itu mencapai 23 persen,” ungkapnya.

Emi,Kepala Puskesmas Jekulo mengatakan, pelaksanaan PIN di Puskesmas Jekulo mencakup enam desa. Dia yakin, waktu yang diberikan akan selesai sesuai target.

“Seperti sasaran di Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, targetnya¬† 673 dan terapai 666 atau 98.9 persen. Untuk kekurangan bisa dilakukan swiping petugas,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono