Bisa Bikin Celaka, Jembatan di Jalur Alternatif Semarang-Surabaya Keropos 2 Tahun

Jembatan Pamotan yang akan dibongkar. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Jembatan Pamotan yang akan dibongkar. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Jembatan di Kecamatan Pamotan, Rembang, kondisinya berbahaya dan mendesak segera dibongkar dan dibangun jembatan baru. Karena banyak bagian yang keropos. Apalagi lokasinya terletak di jalur penghubung antar kecamatan, ditambah lamanya pengerjaan, dipastikan akan mengganggu arus lalu lintas hingga beberapa bulan ke depan.

Berdasarkan pantauan, bagian lain jembatan Pamotan saat ini sudah berkarat, sehingga cukup membahayakan jika tidak segera ditangani. Apalagi, selama ini jembatan yang terletak di jalur alternatif Semarang-Surabaya itu terus-menerus dilalui kendaraan berat, seperti truk pengangkut hasil tambang.

Kepala Bina Marga Jateng Wilayah Pati, Rudi Wijiasmanto saat dikonfirmasi memastikan jembatan Pamotan akan dibongkar oleh PT Marga Karya dengan nilai kontrak sebesar Rp 7,415 miliar. Untuk durasi pekerjaan hingga selesai pembangunan jembatan baru, diperkirakan memakan waktu selama 8 bulan.“Saat ini proses pemetaan kekerasan tanah sudah dilakukan oleh rekanan,” terangnya.

Pihaknya mengaku akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pihak terkait soal pembongkaran dan penggantian jembatan. “Setelah selesai tahapan pemetaan kekerasan tanah dan sosialisasi, selanjutnya jembatan akan langsung dibongkar. Kemungkinan besar pembongkaran sudah dilakukan oleh rekanan April mendatang,” terang Rudi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Rembang, Suyono membenarkan info jembatan Pamotan kondisinya membahayakan jika dilewati kendaraan berat, setidaknya sejak dua tahun belakangan “Tahun lalu sudah kami usulkan penggantian dan baru dapat dilakukan tahun ini,” ungkapnya.

Selama jembatan permanen dibongkar, lanjut Suyono, tidak akan dibangun jembatan sementara di lokasi tersebut. Selain biaya yang mahal, lokasi tidak memungkinkan karena berada di sekitar perumahan padat penduduk. “Di sebelah kanan kirinya ada rumah-rumah. Selain itu biayanya terlalu tinggi, sudah seperti membuat jembatan permanen,” terangnya.

Namun pihaknya memastikan telah menyiapkan beberapa jalur alternatif. Untuk kendaraan berbobot 10 ton dari arah timur dialihkan melalui Kecamatan Sedan menuju Pandangan kemudian tembus jalur pantura. Untuk truk engkol berbobot 8 ton ke bawah, dialihkan dari pertigaan Pamotan, ke Desa Samaran, Japerejo, Clangapan, tembus ke pantura Lasem.

Adapun untuk kendaraan pribadi bisa melewati jalan desa di Dusun Pamotan, atau dari Balai Desa Pamotan.”Karena kondisinya berbahaya, kami juga mengimbau kepada pengusaha tambang agar kendaraannya tidak melewati jembatan tersebut hingga jembatan permanen selesai dibangun,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami