Wisata di Sambilawang Pati Memang Jos, tapi….

Sejumlah pengunjung menikmati indahnya kawasan Pantai Sambilawang di pinggiran anak sungai yang menuju pantai. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah pengunjung menikmati indahnya kawasan Pantai Sambilawang di pinggiran anak sungai yang menuju pantai. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Upaya yang dilakukan Pemerintah Desa Sambilawang, Trangkil, Pati untuk membuka kawasan wisata di daerah pesisir pantai menemui kendala. Salah satunya, persoalan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan wisata.

Kepala Desa Sambilawang, Mustain mengaku kawasan itu sudah mulai dikenal warga sekitar sebagai tempat tujuan untuk wisata pantai, sekaligus wisata flora karena ribuan tanaman mangrove tersebar di lahan seluas 8 hektare sebagai sabuk pantai.

“Meski ramai, tapi sarananya minim. Warung yang berjualan di sekitar pantai saja tidak ada. Listrik juga tidak ada. Saat ini, kami mencoba mendekati warga yang mau berjualan di sana. Selain bisa mendukung aktivitas wisata, itu bisa meningkatkan ekonomi warga,” tutur Mustain berbincang dengan MuriaNewsCom, Sabtu (5/3/2016).

Selain itu, mereka khawatir bila ada kejahatan yang tak diinginkan saat warung dibuka, lantaran lokasinya sekitar 3 kilometer dari permukiman. Namun begitu, pihaknya bakal bekerja sama dengan Polsek Wedarijaksa untuk memantapkan area wisata dari sisi keamanan.

Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum saat dikonfirmasi mengaku siap mengamankan kawasan itu sebagai destinasi wisata baru. “Kami tidak hanya siap melakukan pengamanan, tapi juga siap mendukung sebagai kawasan wisata,” katanya.

Pihaknya berharap agar Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Pati memberikan perhatian terkait dengan upaya pemdes untuk menjadikan kawasan itu sebagai tempat wisata. “Kami mohon ada perhatian dari pemerintah. Lokasi ini prospektif jadi jujugan wisata baru di kawasan Pati bagian utara,” tukasnya.

Editor : Akrom Hazami
Baca juga : Pantai Sambilawang Jadi Destinasi Wisata Baru di Pati