Disnakertrans Jepara: Mungkin Hanya untuk eks PSK Asal Jepara

psk_03

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemkab Jepara melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Jepara menyatakan belum menerima pemberitahuan secara resmi, berkait wacana eks Pekerja Seks Komersial (PSK) Kalijodo yang akan dijadikan buruh di Jepara. Hal itu seperti yang disampaikan melalui Pengawas Tenaga Kerja pada Dinsosnakertrans Jepara, Muktiati.

Menurut dia, lantaran belum menerima pemberitahuan itu, pihaknya menganggap informasi itu masih sebatas wacana. Bahkan, dia menilai jika yang dimaksud menjadikan buruh di Jepara adalah eks PSK yang berasal dari Jepara.

Baca juga : Ini Tanggapan Pemkab Soal eks PSK Kalijodo Bakal Dipekerjakan di Jepara

”Ya kemungkinan bisa seperti itu. Barangkali ada PSK dari Jepara kemudian mau dipulangkan dan dijadikan buruh di Jepara. Mungkin saja kan,” kata Muktiati kepada MuriaNewsCom, Rabu (17/2/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, jika memang eks PSK tersebut memiliki kompetensi di bidang yang akan dikerjakan tidak ada masalah. Jika wacana dari Menteri Sosial Khofifah tersebut benar adanya. Dia mengharuskan calon buruh yang akan dipekerjakan tersebut mendapatkan pelatihan terlebih dahulu.

”Kita tidak boleh diskriminatif terhadap eks PSK. Masalah pekerjaan terlarang yang pernah dilakukan itu masalah perseorangan, masalah pribadi masing-masing. Yang sebelumnya tidak menjadi PSK juga tidak menjadi jaminan kan,” terangnya.

Dia menambahkan, sementara ini memang beberapa perusahaan terutama di bidang garmen masih membutuhkan banyak tenaga kerja. Pada prinsipnya, semua orang memiliki hak untuk bekerja di perusahaan yang ada di Jepara, asal memenuhi syarat yang telah ditetepkan.

Editor : Titis Ayu Winarni

Baca juga : Tak Punya Ijazah S1, Jangan Khawatir Tak Bisa Kerja

Keberadaan Perusahaan Besar di Jepara Dinilai Mampu Serap Tenaga Kerja lokal