Ini Kelebihan Gurihnya Kopi Santan yang Hanya Ditemui di Blora

Rukini saat meracik kopi santan dengan cara tradisional di warungnya. (MuriNewsCom/Rifqi Gozali)

Rukini saat meracik kopi santan dengan cara tradisional di warungnya. (MuriNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Hampir semua warga Blora gemar mengkonsumsi kopi kothok, kopi yang cara penyajiannya dengan diseduh bersamaan antara kopi, gula, dan air diatas tungku api atau kompor. Tapi kini ada lagi kopi yang tak biasa dalam penyajiannya hadir di Blora. Adalah Rukini (58) warga Jepangrejo Blora, peracik kopi yang dicampur dengan santan.

Hampir semua warga Jepangrejo sudah mafhum ketika mendengar kopi santan buatan Rukini. Pasalnya, hanya dia seorang sebagai pemilik warung sekaligus pembuat kopi spesial dengan varian berbeda dengan kopi yang lain.

Tak ada perbedaan menonjol antara kopi biasa dengan kopi santan. Perbedaannya, jika kopi biasa dibuat menggunakan air putih, kopi santan dibuat menggunakan santan sebagai pengganti airnya. Hal itu, lanjut nenek dua cucu, yang membuat kopi tersebut tidak berwarna hitam seperti pada umumnya kopi. Melainkan berwarna coklat seperti kopi susu. ”Hanya itu perbedaannya,” ujar si empunya kopi santan.

Rukini membeberkan cara pembuatan kopi santan, yakni dengan memeras kelapa untuk memperoleh santan. Kemudian kopi dan gula dikothok (digodok dalam satu wadah besi) bersamaan  layaknya membuat kopi kothok. Dalam proses pembuatan kopi tersebut, lanjut nenek dua cucu itu hampir sama dengan kopi kothok biasa. Bedanya tidak menggunakan air melainkan santan. Dalam pembuatan santan pun, menurutnya, harus dibuat secara dadakan, karena kalau santan segar lebih memilki rasa yang lebih gurih.

”Setelah ada yang memesan kopi santan, baru diparutkan kelapa. Sebab, jika santannya sudah lama dibuat, akan sangat mempengaruhi rasa kopi santan itu,” jelasnya.

Rukini mendapatkan formula kopi itu secara turun temurun dari ibunya. Ia merupakan generasi kedua setelah ibunya, bahkan ia lupa kapan ibunya memulai membuat kopi dengan rasa gurih itu. Sejak dulu, saat ibunya masih setia membuat kopi hingga saat ini masih dikelola dengan tradisional. ”Saya ini generasi kedua,” jelasnya.

Cukup merogoh kocek Rp 3 ribu, sudah bisa menikmati kopi santan Rukini. Sementara, untuk kopi dengan gelas besar dihargai Rp 5 ribu. Tak ada yang istimewa dari kopi itu selain rasa gurih dan sensasi menikmati kopi dengan cita rasa berbeda dengan kopi lain. ”Tidak ada khasiat mengobati penyakit tertentu kok,” kata Rukini.

Bagi Anda penikmat kopi tak ada salahnya sejenak menikmati kopi santan buatan Rukini yang buka sejak puluk 05.00 WIB hingga 21.00 wib. Tepatnya di Desa Jepangrejo, Blora. Dari Blora ambil arah Randublatung, sesampainya di jembatan Badong maju sekitar 100 m lalu masuk ke kiri menuju Desa Jepangrejo dengan jarak tempuh kurang lebih 1,5 kilometer.

Editor : Titis Ayu Winarni

Baca juga :

Kopi Jetak Khas Kudus Dipercaya Manjur Obati Kantuk

Ribuan Bibit Kopi Arabika Siap Ditanam di Pegunungan Muria

Bagi Pecinta Kopi, Berikut Tempat Ngopi Terhits di Kudus

Satu gagasan untuk “Ini Kelebihan Gurihnya Kopi Santan yang Hanya Ditemui di Blora

  1. Ping-balik: Jadi PNS Nyambi Bisnis Jilbab? Kenapa Tidak | Muria News

Komentar ditutup.