Kakek di Jekulo Ini Gantung Diri, Karena Sakitnya yang Tak Kunjung Sembuh

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kejadian bunuh diri, kembali terjadi di Kudus. Kali ini kejadian yang mengakhiri diri sendiri itu terjadi di Desa Honggosoco RT 4 RW 1 Kecamatan Jekulo, Kudus.

Hal itu diutarakan Kapolsek Jekulo AKP Mardi. Menurutnya, kejadian bunuh diri itu terjadi pada Kamis (29/1/2015) sekitar pukul 17.00 WIB. Dari keterangan yang dihimpun, ternyata kakek tersebut, Abdul Basir (70) sudah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri namun selalu gagal.

”Dari keterangan yang kami dapat dari istrinya, Jumini, korban sudah tiga kali mencoba untuk bunuh diri. Namun selalu digagalkan lantaran diketahui anggota keluarga,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Kejadian pertama, kata dia mencoba bunuh diri dengan racun serangga. Saat itu diketahui oleh istrinya dan berhasil dicegah. Namun hal itu tidak mengurungkan niat untuk bunuh diri, sehingga percobaan kembali dilakukan kali kedua dengan cara memakan obat sakit kepala jenis Bodrex langsung enam biji ditambah dengan minuman bersoda jenis sprite.

Kejadian percobaan kali kedua juga kembali digagalkan lantaran diketahui oleh anggota keluarga. Namun kemarin, saat kondisi rumah dalam keadaan sepi, kembali sang kakek mencoba untuk kembali bunuh diri dengan menggantung pada rumah bagian tengah.

”Kemarin rumah pas keadaan kosong. Sehingga aksi bunuh dirinya tidak ada yang melarang dan menghentikan,” ujarnya.

Kejadian itu diketahui kali pertama oleh Riana Anggraeni yang juga sebagai menantu korban. Saat itu saat pulang kerja, kaget karena melihat mertuanya sudah terbujur kaku dengan tali berbahan kain yang mengikat pada lehernya.

Melihat hal itu, lanjutnya, menantu langsung mencari ibu mertuanya yang tidak berada di rumah. Namun di tengah jalan bertemu dengan suaminya sehingga langsung diberi tahu kalau ayahnya sudah meninggal.
Mendengar hal itu dia langsung pulang untuk melihatnya. Setelah itu, mereka meminta bantuan tetangga Nono, untuk melaporkan kejadian itu kepada kantor polisi Jekulo.

”Kemudian petugas datang untuk melihat kondisi. Setelah itu petugas langsung membawa ke puskesmas Jekulo untuk diperiksa,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter Ani Fatmawati, korban murni melakukan bunuh diri. Sebab tidak ada luka lain selain bekas gantung diri yang menjerat pada leher bagian kiri.

Dari keterangan yang dihimpun kepolisian. Korban memang mengalami sakit yang tidak kunjung sembuh. Bahkan selama hidupnya kakek itu harus rutin mengonsumsi obat.

Editor : Titis Ayu Winarni