Guru di Pati Banyak yang Trauma Akibat “Kriminalisasi” dari Orang Tua

Dua orang murid tengah melukis. Saat ini guru banyak yang trauma dengan kriminalisasi terhadap guru. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Dua orang murid tengah melukis. Saat ini guru banyak yang trauma dengan kriminalisasi terhadap guru. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom,Pati – Banyaknya kasus yang menjerat guru di Pati akibat melakukan penganiayaan terhadap murid, sempat membuat sejumlah guru trauma. Mereka menilai, orangtua saat ini banyak yang berlebihan dengan melakukan “kriminalisasi” meski terkadang fakta di lapangan tidak sesuai dengan yang dilaporkan.

Fakta itu dibenarkan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pati Sutaji. Ia mengatakan, orangtua murid saat ini memang terkadang berlebihan hingga sedikit-sedikit membawanya ke ranah hukum.

“Mestinya orangtua murid harus aktif dengan melakukan komunikasi, konfirmasi dan klarifikasi. Semua bisa diselesaikan dengan kekeluargaan. Jangan sedikit-sedikit melaporkan ke polisi. Tidak ada satupun guru yang berniat melukai muridnya. Yang ada, mereka ingin mendidik agar lebih baik,” ujar Sutaji kepada MuriaNewsCom, Jumat (29/1/2016).

Karena itu, ia mengimbau kepada orangtua murid untuk tidak berlebihan dalam menghadapi kasus di lingkungan sekolah. Kekeluargaan dinilai sebagai cara paling tepat untuk menyelesaikan persoalan.

“Guru itu tugasnya mulia. Tidak mungkin guru kok sampai melakukan kekerasan jika anak tidak kebangetan. Namun begitu, guru juga harus mengajar sesuai dengan prosedur dan aturan agar tidak tersandung kasus. Saat ini zamannya beda dengan dulu, sehingga harus lebih berhati-hati,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono