Distributor Pupuk Urea di Rembang Berpindah Tangan, Petani Wajib Baca Ini

Sales Supervisor PT Petrokimia Gresik wilayah Rembang Haryanto ketika ditemui MuriaNewsCom, Jumat (29/1/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Sales Supervisor PT Petrokimia Gresik wilayah Rembang Haryanto ketika ditemui MuriaNewsCom, Jumat (29/1/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Pendistribusian pupuk bersubsidi jenis urea, mulai tahun 2016 kembali ditangani oleh PT Pusri. Namun, untuk jenis lainnya misalnya ZA, SP-36, Phonska, dan Petroganik masih ditangani oleh PT Petrokimia Gresik.

Hal itu diungkapkan Sales Supervisor PT Petrokimia Gresik wilayah Rembang Haryanto ketika ditemui MuriaNewsCom, Jumat (29/1/2016). Menurutnya, per 1 Januari 2016 pendistribusian pupuk urea sudah ditangani oleh PT Pusri.

”Tata niaga pupuk bersubsidi jenis urea mulai tahun 2016, pendistribusian pupuk urea sudah tidak lewat PT Petrokimia. Jadi, per satu Januari kemarin, pendistribusiannya sudah di-handle oleh Pusri,” ungkapnya.

Namun, Haryanto menjelaskan, untuk awal Januari hingga pertengahan bulan ini, PT Petrokimia masih menangani pendistribusian pupuk urea, dikarenakan dari pihak PT Pusri belum memiliki stok barang untuk didistribusikan.

”Kemarin, karena dari pihak Pusrinya di awal Januari belum mengirimkan barang atau stok, kami ada koordinasi dengan pihak Pusri untuk di-handle Petrokimia dulu. Dari tanggal 1-14 Januari 2016, sehingga di tingkat kios, pasti masih ada pupuk Petrokimia yang merupakan stok lama,” jelas Haryanto.

Soal alasan produsen yang meng-cover urea di Rembang sering berganti, Haryanto menyebut itu wewenang Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). ”Intinya pergantian produsen tak akan memicu masalah, meski suplai yang Pusri melewati pelabuhan,” katanya.

Direktur CV Yunita Jaya, Joko Budi Cahyono selaku salah satu distributor pupuk bersubsidi di Rembang mengaku mengikuti saja aturan baru dari PIHC, salah satunya mengenai suplai urea yang berganti dari Petrokimia ke Pusri. ”Soal pemberitahuan ke kios akan ada sosialisasi segera,” terangnya.

Menurutnya, sosialisasi ke kios-kios resmi di wilayah 7 distributor pupuk di Rembang, akan dilakukan pada tanggal 4 atau 5 Februari mendatang. ”Pergantian suplai urea bersubsidi di Rembang tidak akan ada masalah,” ujarnya.

Berdasarkan catatan pihak Petrokimia atas penyaluran pupuk di Rembang, sepanjang 2015, urea tersalur 23.500 ton, SP-36 4.350 ton, ZA 10.758 ton, NPK atau Phonska 15.261 ton, dan organik 7.000-an ton. Dari lima jenis pupuk bersubsidi itu, 3 jenis di antaranya yaitu ZA, NPK, dan urea, justru dialokasikan lebih rendah pada 2016.

Editor : Titis Ayu Winarni