Pasutri PKL di Taman Krida Kudus Akan Dipisahkan

Lapak Taman Krida siap digunakan, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Lapak Taman Krida siap digunakan, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski penempatan pedagang GOR ke Taman Krida Kudus dilakukan dengan cara undian, namun bagi pasangan suami istri yang berdagang di lokasi yang sama, tidak diperbolehkan menempati lapak dalam satu baris. Sebab, mereka harus memilih salah salah untuk berjualan di dalam maupun di luar Taman Krida.

Hal itu diungkapkan Kabid Pariwisata pada Disbudpar Sancaka Kudus, Dwi Supani. Menurutnya, supaya pedagang bisa lebih adil, maka yang sudah memiliki suami atau istri yang sesama pedagang, di antaranya harus berjualan dalam taman dan satunya di luar.

“Total kios yang kami bangunannya sejumlah 130, dari jumlah itu 106 bangunan luar taman, dan sisanya 26 berada di dalam Taman krida,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Langkah tersebut juga dilakukan agar kios dalam taman ditempati. Sebab diketahui bahwa lapak dalam taman masih kurang diminati para pedagang.

Mengenai jumlah pasangan yang berjualan, katanya, masih dalam tahap undian. Namun setidaknya lebih dari lima pasangan terdapat di lapak baru tersebut.

Lapak lain yang menjadi rebutan adalah lapak yang ada di luar. Dinas hanya menyediakan lapak yang dilengkapi dengan rolling door yakni 38 lapak.

Jelas itu menjadi kecemburuan pedagang yang tidak mendapatkan jatah lapak yang ada rolling door.

Mustiah, pedagang jagung bakar di kawasan itu menyebutkan senang mendapatkan lapak yang rolling door. Sebab dagangannya akan lebih aman nantinya.

“Saya senang, sebab mendapatkan lapak yang ada rolling door,” katanya.

Editor : Akrom Hazami