Nilai Sabu Jepara Diperkirakan Ratusan Miliar, Kepala BNN Buwas Dikabarkan Akan Tinjau Langsung

Petugas kepolisian terlihat mengusung barang bukti sabu dari rumah warga yang digerebek BNN, Rabu (27/1/2016) siang tadi. (MuriaNewsCom /Wahyu KZ)

Petugas kepolisian terlihat mengusung barang bukti sabu dari rumah warga yang digerebek BNN, Rabu (27/1/2016) siang tadi. (MuriaNewsCom /Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, JEPARA – Narkoba sabu-sabu yang diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, terbilang tangkapan yang sangat besar. Bahkan, beredar kabar jika Kepala BNN Pusat Budi Waseso (Buwas) bakal melihat langsung tangkapan tersebut.

Hingga pukul 23.00 WIB, aparat kepolisian masih menghitung berapa banyak sabu yang ada di sana. Setelah itu, barang haram tersebut diangkut petugas untuk diamankan.

Warga sendiri masih setia menyaksikan setiap proses yang dilakukan petugas. Hujan yang sesekali turun, tidak menyurutkan niat mereka yang penasaran dengan kejadian itu.

Setelah melalui proses panjang, akhirnya BNN berhasil mengamankan mereka yang diduga terlibat dalam kasus ini. Mereka diamankan dari rumah atau gudang mili Ujang, yang berada di Desa Pekalongan RT 04/RW 03 (sebelumnya ditulis RT 07 RW 02, red), Kecamatan Batealit.

BNN bersama aparat kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu yang diperkirakan mencapai ratusan kilogram yang tersimpan rapi di komponen mesin genset itu.

Ketua RT 04/RW 03, Mustofa membeberkan identitas nama-nama yang dibekuk oleh aparat. Selain itu, dia juga mengklarifikasi bahwa yang dibekuk di lokasi gudang mebel Desa Pekalongan hanya ada empat orang. Tiga orang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan satu orang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan.

“Delapan orang yang ditangkap sebagaimana yang disampaikan pihak BNN adalah jumlah total dari penggerebekan yang juga dilakukan di Jakarta dan Semarang, diduga itu satu jaringan internasional,” ujar Mustofa setelah dijadikan saksi dalam kasus tersebut, Rabu (27/1/2016).

Menurutnya, satu WNA asal Pakistan adalah Muhammad Riaz alias Jane (45), kemudian tiga WNA yakni Didi Triyono, orang yang merupakan penyewa gudang (40), yang beralamat di Perum Regency,  Desa Pekalongan, RT 07/RW 02,  Kecamatan Batealit.

Kemudian ada Sarkadi yang merupakan kuli gudang, warga desa setempat juga, dan Karim (50), seorang kuli gudang, warga Desa Bantrung, Kecamatan Batealit.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah dilakukan penggeledahan oleh BNN dan aparat kepolisian, di gudang mebel didapati narkoba jenis sabu yang disimpan di dalam beberapa mesin genset (pompa air) merek Zhuoma. Rata- rata tiap mesin genset setelah dibongkar terdapat sabu terbungkus plastik dengan berat 1,7 hingga 2 kilogram.

Sedangkan jumlah mesin genset yang berada di gudang sebanyak 192 unit mesin. Sampai saat ini tim dari BNN yang dibantu oleh Polres Jepara masih melakukan penghitungan barang bukti.
Editor: Merie