Ini Poin Penting Ranperda Terkait Penyelenggaraan Administasi Kependudukan di Jepara

e-KTP-2-e-1024x700

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemkab Jepara telah mengajukan perubahan Perda Nomor 2 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administasi Kependudukan kepada DPRD Jepara. Saat ini, pengajuan tersebut telah masuk dalam Ranperda yang dibahas tahun 2016 ini. Ada beberapa acuan untuk Ranperda tersebut yang memberikan kemudahan dan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi membeberkan, mengacu pada Undang- undang Nomor 23 Tahun 2006 sebagaimana diubah dengan Undang- undang Nomor 24 Tahun 2013, ada beberapa hal baru yang bersifat substansial dari perubahan undang-undang tersebut. Diantaranya adalah, masa berlaku e-KTP yang semula lima tahun diubah menjadi berlaku seumur hidup, sepanjang tidak ada perubahan elemen data dalam KTP.

Selain itu, pencetakan dokumen e-KTP yang selama ini dilaksanakan terpusat di Jakarta, secara bertahap diserahkan kepada instansi pelaksana di kabupaten. Hal ini sudah dimulai sejak tahun 2014.

“Ada pula penerbitan akta kelahiran yang pelaporannya melebihi batas waktu satu tahun, semula penerbitan tersebut memerlukan penetapan pengadilan negeri, diubah cukup dengan keputusan kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten,” kata Marzuqi.

Bahkan, ada juga penerbitan akta pencatatan sipil yang semula dilaksanakan di tempat terjadinya peristiwa penting, diubah menjadi penerbitannya di tempat domisili penduduk.

Pengakuan dan pengesahan anak yang semula dibatasi hanya untuk anak yang dilahirkan dari perkawinan yang telah sah menurut hukum agama tetapi belum sah menurut hukum negara, pengesahan anak yang selama ini hanya dengan catatan pinggir diubah menjadi akta pengesahan anak.

“Pengurusan dan penerbitan dokumen kependudukan tidak dipungut biaya. Semula penggratisan hanya untuk penerbitan e-KTP saja, namun sekarang diubah. Untuk semua dokumen kependudukan seperti KK, e-KTP, akta kelahiran, akta perkawinan, akta kematian, akta perceraian dan akta pengakuan anak,” lanjutnya.

Editor : Kholistiono