Kampung di Karimunjawa Ini Sudah 3 Bulan Tanpa Listrik

PLTD yang berada di Karimunjawa (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

PLTD yang berada di Karimunjawa (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Meskipun urusan listrik di Karimunjawa telah diambil alih oleh PT PLN sejak Januari ini, namun permasalahan listrik di wilayah terluar Kabupaten Jepara itu belum sepenuhnya tuntas. Faktanya, sampai saat ini masih ada beberapa kampung yang berada di tiga dukuh Desa Kemojan tak bisa menikmati listrik sejak tiga bulan terakhir.

Pasalnya, kerusakan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang mengalirkan aliran listrik ke wilayah itu belum teratasi. Hal itu pun diakui Humas PT PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Kudus Arif Suryadi.

Menurut dia, kerusakan tersebut telah terjadi sejak sebelum pengelolaan listrik di Karimunjawa secara resmi diambil alih oleh PT PLN. Meski begitu, sampai saat ini masalah tersebut belum bisa teratasi.

“Kerusakannya cukup parah. Salah satu diesel mengalami overhoal lantaran kelebihan daya. Dengan kerusakan yang ada, tidak mungkin diperbaiki,” ungkap Arif kepada awak media di Jepara, Jumat (22/1/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, selain itu, kerusakan juga terjadi saat proses transisi pengelolaan dari Pemkab Jepara ke PT PLN. Sedangkan PT PLN berencana mengganti semua instalasi PLTD lama dengan yang baru. Sehingga diputuskan untuk menunggu datangnya mesin baru.

Dia menambahkan, instalasi diesel baru yang akan didatangkan dipastikan akan memiliki daya yang lebih besar dari mesin sebelumnya. Mesin diesel yang baru akan mampu menghasilkan daya listrik 2 hingga 3 megawatt (MW). Sedangkan instalasi sebelumnya hanya mampu menghasilkan daya sekitar 1,1 MW. Semua instalasi baru akan beroperasi pertengahan tahun ini.

“Kami belum bisa pastikan kapan kembali bisa normal untuk aliran listrik ke tiga dukuh tersebut, karena menunggu instalasi baru. Kami hanya bisa mengusahakan agar pengiriman instalasi baru dipercepat. Paling tidak untuk mengganti diesel yang rusak tersebut terlebih dahulu,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono